Insights

DINAMIKA FMCG: BAGAIMANA PROMOSI MEMBENTUK PERILAKU KONSUMEN DALAM BERBELANJA
Article

DINAMIKA FMCG: BAGAIMANA PROMOSI MEMBENTUK PERILAKU KONSUMEN DALAM BERBELANJA

{“order”:5,”name”:”pubdate”,”attributes”:{“sling:resourceType”:”nielsenglobal/components/content/publishdate”},”children”:null}

Konsumsi rumah tangga menyumbang 57% dari PDB Indonesia pada akhir 2016 dengan tingkat pertumbuhannya yang stabil selama beberapa tahun terakhir. Peranan penting konsumsi rumah tangga dirasakan terutama pada paruh kedua tahun 2016, ketika pertumbuhan investasi di Indonesia sedang dalam pemulihan, sementara belanja pemerintah tercatat negatif. Tahun ini Indonesia telah menetapkan target pertumbuhan PDB pada 5%, dan memasuki bulan Juni, konsumsi rumah tangga diperkirakan akan tumbuh lebih tinggi didorong oleh pembelanjaan pada periode Lebaran. Lalu bagaimana kinerja Q1?

Kuartal pertama ditutup dengan pertumbuhan PDB sebesar 5,0%(1), yang hampir mencapai target tahun ini sebesar 5,1%(2). Konsumsi rumah tangga tercatat tumbuh pada level yang sama dengan Q1 tahun lalu. Pertumbuhan stagnan terlihat di semua kalangan masyarakat dimana kelas atas merasionalisasi belanja FMCG mereka, terutama untuk kategori Minuman dan Perawatan Tubuh. Sedangkan kelas menengah dan kelas bawah sudah terlebih dulu mengurangi pembelanjaan FMCG, yaitu tepat setelah periode Lebaran tahun lalu.

Stagnansi FMCG tercermin dari performa Pasar Tradisional yang juga kesulitan untuk berkembang, dimana mayoritas konsumen Indonesia melakukan pembelanjaan rumah tangga di tempat tersebut. Sedangkan Hypermarket dan Supermarket terus mencatat volume netto negatif di beberapa periode terakhir, bahkan di bulan Maret 2017. Sebaliknya, Minimarket menunjukkan tren yang lebih menjanjikan di tengah stagnansi pada tipe toko FMCG lainnya.

Pertumbuhan positif yang diperlihatkan Minimarket dapat dikaitkan dengan tingginya volume penjualan yang dihasilkan pada saat promosi. Dalam satu tahun terakhir, promosi agresif di Minimarket menarik lebih banyak rumah tangga untuk melakukan pembelanjaan mereka di sini(3). Promosi yang ditawarkan Minimarket mendorong peningkatan belanja di Minimarket(4), dan hal ini terlihat baik pada hari kerja maupun akhir pekan.

Tingkat promosi yang agresif dan lebih tinggi yang dilakukan di Minimarket mendorong peningkatan  peranan Minimarket di kalangan rumah tangga. Hal ini merujuk kepada pergeseran peran tipe-tipe toko Modern. Hypermarket dan Supermarket dikenal sebagai tempat untuk belanja rutin (atau belanja bulanan) rumah tangga. Namum peran ini pun sekarang dapat dilihat di Minimarket – yang bukan hanya menjadi tempat untuk konsumen melakukan pembelanjaan mendadak.

Tentang Nielsen Home Panel

Nielsen Home Panel melakukan survei atas 10.500 sampel rumah tangga di Indonesia, dengan komposisi 98% di perkotaan dan pedesaan. Survei dilakukan dengaan metode pencatatan perilaku belanja aktual dengan menggunakan metodologi catatan harian/jurnal yang mencakup setiap aktifitas belanja. Panel yang digunakan sebagai sampel merupakan panel yang berkesinambungan, yaitu mengukur panel yang sama secara terus menerus dengan tingkat retensi sebesar 97%.

Tentang Nielsen

Nielsen N.V. (NYSE: NLSN) adalah perusahaan global yang menyediakan pemahaman komprehensif pada apa yang konsumen Tonton (Watch) dan Beli (Buy). Segmen Watch menyediakan layanan pengukuran total khalayak  di seluruh perangkat di mana isi video, audio dan pesan dikonsumsi; bagi klien media dan agensi periklanan. Segmen Buy menyediakan pandangan global mengenai pengukuran kinerja industri ritel bagi para produsen dan peritel barang konsumsi. Dengan mengintegrasikan informasi dari segmen Watch dan Buy serta sumber data lainnya, Nielsen memberikan para kliennya pengukuran kelas dunia bagi kedua segmen tersebut serta analisa yang membantu meningkatkan kinerja. Nielsen, sebuah perusahaan S&P 500, beroperasi di lebih dari 100 negara meliputi lebih dari 90 persen populasi dunia. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.nielsen.com

CATATAN KAKI:

1)     Pertumbuhan GDP Indonesia  Kuartal I 2017: 5.0%

2)     Target GDP Indonesia 2017: 5.1%

3)     Penetrasi pembelin di Minimarket selama program promosi meningkat 6% dalam 2 tahun terakhir

a.     MAT Kuartal I 2015: 30.7

b.    MAT Kuartal I 2016: 34.8

c.     MAT Kuartal I 2017: 36.7

4)     Pertumbuhan nilai Minimarket

a.     Selama tidak ada program promosi  (MAT Q1’17 vs YA): 4.3%

b.    Selama ada program promosi (MAT Q1’17 vs YA): 29.2%