Insights

APA YANG TERSEDIA DI TOKO KEPERLUAN ONLINE?
Article

APA YANG TERSEDIA DI TOKO KEPERLUAN ONLINE?

{“order”:5,”name”:”pubdate”,”attributes”:{“jcr:mixinTypes”:”[cq:LiveRelationship]”,”sling:resourceType”:”nielsenglobal/components/content/publishdate”},”children”:null}

Peritel digital memberi konsumen lebih banyak cara untuk berbelanja dan lebih banyak mengakses poduk dan layanan daripada sebelumya. Konsumen pun benar-benar menikmati kebebasan berbelanja kapanpun dan dimanapun mereka berada, merujuk kepada share penjualan online yang terekam mencapai dua digit dolar di beberapa negara. Sejumlah peritel offline “bricks-and-mortar” tengah memperluas kehadiran digital mereka, sementara sisanya hanya mengandalkan toko fisik. Gagasan “going connected” memberikan makna baru: peritel menerapkan teknologi digital inovatif yang mengubah pengalaman belanja agar lebih relevan dengan gaya hidup konsumen yang mana semakin terhubung dengan internet/devices (going connected). Hal ini didasari oleh studi yang dilakukan oleh Nielsen Global E-Commerce di lebih dari 20 negara di seluruh dunia, dengan lebih dari 30.000 responden yang memiliki akses online di 63 negara. Pengukuran itu sendiri bergantung langsung dari data peritel (ePOS), data yang dikumpulkan melalui Panel Konsumen Nielsen, dan data berlisensi lainnya.

BARANG TAHAN LAMA MENDOMINASI, NAMUN BARANG KONSUMSI CEPAT HABIS MENARIK PERHATIAN
Kategori barang tahan lama dan berbasis servis mendominasi pangsa pasar online. Kategori ini kemudian membangun fondasi kuat untuk perkembangan e-commerce, bersamaan dengan bertambahnya popularitas mereka. Lebih dari separuh responden global dalam studi online mengatakan bahwa mereka telah membeli produk fashion (58%) atau produk perjalanan atau layanan (55%) secara online, dan setengahnya mengatakan bahwa mereka telah membeli buku, musik atau alat tulis. Sebaliknya, kategori konsumsi lebih lambat untuk mendapatkan popularitas di antara pembeli online, tapi itu berubah – terutama untuk kategori yang memenuhi kebutuhan khusus dengan sangat baik. Faktanya, hampir empat dari 10 responden global (38%) mengatakan bahwa mereka telah membeli produk perawatan pribadi dan kecantikan secara online, dan sekitar seperempat mengatakan telah memesan layanan makanan atau pengiriman makanan (27%) atau kemasan (24%) secara online. Untuk belanjaan segar, gambar tidak bisa menggantikan tampilan fisik, nuansa dan aroma produk. Meski begitu, belanja online dalam kategori ini mulai mendapat daya tarik di pasar tertentu – Cina (40%), Korea Selatan (39%), India (35%). Meskipun tidak dapat memilih makanan segar adalah hambatan nyata untuk adopsi online, karena layanan pengiriman makanan meningkat, dan jaminan kualitas terjamin, daya tarik membeli belanjaan segar akan semakin meningkat.

SEKALI ONLINE, SELAMANYA ONLINE?
Untuk kategori dengan label harga tinggi, siklus pembelian yang jarang terjadi dan kategori barang experiential (memerlukan interaksi dengan produk), online bukanlah pilihan yang populer. Misalnya, di antara responden global yang membeli elektronik secara online, hanya 37% yang mengatakan bahwa mereka membeli kategori ini lebih sering secara online; 21% mengatakan mereka membeli lebih sering di toko, dan 43% mengatakan mereka membeli secara online dan di toko pada frekuensi yang sama. Untuk pakaian, 33% mengatakan mereka membeli lebih sering online dan 26% membeli lebih sering di toko. Sementara untuk perabotan dan dekorasi, persentase yang mengatakan bahwa mereka membeli di toko dan online dengan frekuensi hampir sama (46%).

PRODUCT PITCH YANG PALING MENJANJIKAN: GARANSI KESEGARAN
Ketika sampai pada pembelian makanan segar secara online, seperti buah, sayuran, daging dan susu, ada hierarki yang jelas dalam hal efektivitas strategi, dan ini sangat konsisten diantara para “trialist” dan “considerer”. Di bagian atas daftar adalah strategi yang menangani masalah kualitas konsumen. Pengembalian uang secara penuh untuk pembelian produk segar yang tidak sesuai pesanan adalah paling berpengaruh di antara para trialist dan considerer. Namun, sementara para considerer merasa paling puas dengan jaminan uang kembali (54%), trialist mengatakan pengembalian uang akan lebih baik jika dilengkapi dengan produk pengganti pada pembelian berikutnya. (54% berbanding 50% untuk pengembalian dana saja – refund only – ). Seperti halnya bahan konsumsi cepat habis pada umumnya, strategi aktivasi untuk produk segar menunjukkan kesediaan adopsi yang lebih besar di antara responden di pasar negara berkembang daripada pasar negara maju. Namun, relatif banyak strategi masing-masing (seberapa efektif kaitannya dengan pesan lainnya) konsisten di seluruh wilayah, hanya dengan beberapa pengecualian: Meskipun pengembalian uang belanja penuh (baik dengan atau tanpa produk pengganti) adalah strategi yang paling efektif. Di hampir setiap wilayah, label kesegaran berada di urutan teratas di pasar Eropa yang sedang berkembang, di mana strategi ini dikutip oleh 49% responden. Selain itu, sementara jaminan uang kembali adalah strategi yang paling efektif di India, jaminan uang kembali dengan produk pengganti justru dinilai tidak begitu menarik (enam dari delapan suara).

SUMBER INFORMASI KUAT
Untuk kategori konsumsi, sumber informasi yang paling banyak dipilih dalam menentukan keputusan pembelian adalah touchpoints tradisional. Kunjungan ke toko fisik sangat membantu untuk semua kategori produk, namun ini jelas merupakan sumber yang paling banyak digunakan untuk produk perawatan pribadi dan produk belanjaan segar. Empat puluh empat persen responden global mengatakan kunjungan toko secara individu membantu mereka memutuskan makanan segar mana yang akan dibeli, dan presentasinya 39% untuk produk perawatan pribadi dan kecantikan. Secara global, informasi yang bersumber dan tersebar dari mulut-ke-mulut merupakan sumber informasi yang cukup berpengaruh untuk produk kategori belanja segar *27%) dan perawatan pribadi dan kecantikan (32%).

Sebaliknya, untuk konsumen elektronik dan fashion, sumber informasi yang paling dipilih untuk membuat keputusan pembelian adalah touchpoint digital. Situs web toko menempati posisi teratas dari daftar sumber informasi yang digunakan untuk membuat keputusan pembelian tentang produk fashion (49%), dan sumber tersebut adalah yang kedua yang paling sering dipakai untuk konsumen elektronik (42%). Untuk barang konsumen elektronik, situs web merek adalah sumber yang paling banyak dikunjungi, sementara situs web toko ditempatkan di urutan ketiga (35%), setelah kunjungan langsung secara pribadi (40%). Untuk semua kategori, media sosial lebih berpengaruh dalam keputusan pembelian di pasar berkembang daripada pasar yang lebih maju. Sebenarnya, ini adalah salah satu dari tiga sumber teratas yang digunakan untuk keputusan pembelian barang di India, Asia Tenggara dan Afrika / Timur Tengah, dan untuk keputusan perawatan pribadi dan kecantikan di Asia Tenggara dan Afrika / Timur Tengah. Di semua wilayah, media sosial memiliki sedikit pengaruh dalam keputusan pembelian bahan makanan segar.

SELANJUTNYA UNTUK ADAPTASI TEKNOLOGI DIGITAL DI DALAM TOKO
E-commerce hanya sebagian dari dunia digital. Semakin banyak, toko menjadi digital karena peritel menggabungkan berbagai alat digital – mulai dari kupon digital hingga rak cerdas hingga toko virtual. Teknologi ini menjembatani dunia online dan fisik, membawa kemudahan, kenyamanan, dan personalisasi online bagi toko-toko offline (brick-and-mortar-stores). Dan mereka bukan sekadar fitur “keren” yang bagus; mereka menciptakan nilai riil bagi peritel. Pilihan pemberlakuan digital di dalam toko diperlihatkan untuk meningkatkan waktu tinggal, tingkat keterlibatan, ukuran keranjang dan kepuasan pembeli. Meskipun hanya sebagian kecil konsumen di seluruh dunia yang mengatakan bahwa mereka menggunakan teknologi digital – misalnya, pemindai genggam di dalam toko, checkout swalayan dan aplikasi seluler – untuk membantu belanja mereka, namun penggunaannya terus meningkat. Banyaknya ketersediaan teknologi digital di dalam toko paling banyak beredar di pasar negara maju, dimana perdagangan modern berkembang dengan baik dan tingkat penetrasi internet dan smartphone tinggi. Israel adalah pemimpin dalam hal fitur berbasis mobile. Hampir empat dari 10 responden Israel mengatakan bahwa mereka menggunakan kupon online atau mobile (38%) dan daftar belanja (24%), keduanya naik dari 2014 (masing-masing lima poin persentase dan empat pp). Seperlima (20%) telah mendownload aplikasi program peritel atau loyalitas ke perangkat mereka untuk menerima informasi atau penawaran saat berada di toko (tidak ada perubahan dari 2014).

Click Here for English Version

Tentang Nielsen

Nielsen N.V. (NYSE: NLSN) adalah perusahaan global yang menyediakan pemahaman komprehensif pada apa yang konsumen Tonton (Watch) dan Beli (Buy). Segmen Watch menyediakan layanan pengukuran total khalayak  di seluruh perangkat di mana isi video, audio dan pesan dikonsumsi; bagi klien media dan agensi periklanan. Segmen Buy menyediakan pandangan global mengenai pengukuran kinerja industri ritel bagi para produsen dan peritel barang konsumsi. Dengan mengintegrasikan informasi dari segmen Watch dan Buy serta sumber data lainnya, Nielsen memberikan para kliennya pengukuran kelas dunia bagi kedua segmen tersebut serta analisa yang membantu meningkatkan kinerja. Nielsen, sebuah perusahaan S&P 500, beroperasi di lebih dari 100 negara meliputi lebih dari 90 persen populasi dunia. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.nielsen.com