Press Room

BLACKBERRY MESSENGER, APLIKASI CHAT PALING BANYAK DIPILIH DI INDONESIA

Komunikasi dan hiburan, aktifitas utama di smartphone
Wanita menghabiskan lebih banyak waktu untuk mengobrol dibandingkan pria

Jakarta, 11 June 2014 – Konsumen smartphone Indonesia masih memilih Blackberry Messenger (BBM) sebagai aplikasi untuk mengobrol/chatting. 79% konsumen menggunakan BBM untuk mengobrol, disusul dengan aplikasi WhatsApp (57%) dan  LINE (30%). Rata-rata waktu yang dihabiskan per hari untuk mengobrol dengan BBM adalah 23,3 menit, 6,2 menit dengan WhatsApp dan 5,1 menit dengan LINE; demikian menurut temuan Nielsen On Device Meter (ODM) dari Nielsen, perusahaan global penyedia informasi dan insights mengenai apa yang konsumen tonton dan beli.

KOMUNIKASI DAN HIBURAN, KEGIATAN UTAMA DI SMARTPHONE

Nielsen ODM di Februari 2014 mencatat bahwa pengguna smartphone di Indonesia menghabiskan waktu rata-rata 140 menit per hari untuk menggunakan smartphone mereka. Dari total waktu aktif tersebut, 37 menit digunakan untuk Chatting, 27 menit untuk Surfing/Browsing, 23 menit untuk Utility Apps, 17 menit untuk Gaming dan 15 menit untuk Multimedia. Kemudian Messaging (8 menit), Calls (6 menit), dan Phone Navigation (3 menit). Email, Phone Features, Office Packages dan Security masing-masing menghabiskan waktu 1 menit per hari. Pengguna smartphone kebanyakan aktif pada jam-jam setelah jam kerja yaitu di rentang waktu antara pukul 18.00 – 22.00 WIB. Sebagian besar waktu digunakan untuk Chatting diikuti dengan Browsing dan Gaming.

Rata-rata wanita menghabiskan waktu lebih banyak setiap hari untuk mengobrol dibandingkan dengan pria. Temuan Nielsen memperlihatkan bahwa wanita menghabiskan 43 menit per hari untuk mengobrol, sementara pria menghabiskan waktu 11 menit lebih sedikit yaitu 32 menit per hari. Sedangkan untuk messaging (SMS dan MMS) dan bertelepon, wanita juga menghabiskan waktu sedikit lebih banyak daripada pria dimana wanita menghabiskan 9 menit per hari untuk messaging dan 7 menit untuk bertelepon, sementara pria menghabiskan waktu 9 menit untuk messaging dan 5 menit untuk bertelepon. Dilihat dari kelompok usia, pengguna smartphone dari kalangan dewasa muda (25-30 tahun) menghabiskan waktu lebih banyak untuk mengobrol (47 menit) dibandingkan dengan kelompok usia lainnya.

FACEBOOK MEMIMPIN APLIKASI JEJARING SOSIAL

Menurut temuan Nielsen ODM di Februari 2014, 70% pengguna smartphone menggunakan Facebook sebagai jejaring sosial mereka, diikuti oleh Twitter (36%) dan Google+(11%). Untuk aplikasi permainan, Flappy Bird menduduki urutan pertama yang dimainkan oleh pengguna smartphone (11%), diikuti oleh Pou My Pet Alien (9%) dan Brick Breaker (6%).

SAMSUNG MERUPAKAN PERANGKAT PALING DISUKAI DI SEBAGIAN BESAR PASAR ASIA

Blackberry masih menjadi pilihan konsumen smartphone Indonesia, meskipun Samsung lebih disukai di sebagian besar negara Asia. 48% pengguna smartphone di Indonesia memilih Blackberry sebagai Top Brand (Dimiliki Saat Ini), dan 34% memilih Blackberry sebagai Favorite Brand. Di Asia, Samsung menjadi Top Brand dan Favorite Brand di Hong Kong, Singapura, Malaysia, India and Filipina; sementara Apple menjadi Top Brand dan Favorite Brand di Australia. China dan Thailand cukup unik, karena di dua negara tersebut konsumen memilih Samsung sebagai Top Brand, namun Apple terpilih sebagai Favorite Brand.

KEPEMILIKAN SMARTPHONE DI INDONESIA TERUS BERTUMBUH

Menurut temuan Nielsen Smartphone Insights tahun 2013, kepemilikan smartphone mencapai 23% dari total kepemilikan telepon genggam. “Di tahun 2013, kepemilikan smartphone telah bertumbuh 5% dibandingkan tahun sebelumnya.” tutur Anil Antony, Executive Director, Consumer Insights, Nielsen Indonesia. “Seiring dengan semakin canggih dan melek teknologinya konsumen Indonesia, kami yakin bahwa pasar smartphone akan terus bertumbuh. Ini merupakan peluang yang baik untuk dimanfaatkan tidak hanya oleh penyedia perangkat telepon genggam, tapi juga oleh para penyedia jasa telekomunikasi, selama mereka dapat terus meningkatkan kualitas produk dan layanannya. Kualitas data jaringan (network data quality) merupakan salah satu pertimbangan utama konsumen dalam memilih smartphone dan disitulah para penyedia jasa telekomunikasi perlu memberikan perhatian untuk dapat memenangi pasar.”