Press Room

KONSUMEN INDONESIA TETAP PALING OPTIMISTIS DENGAN TERUS FOKUS PADA MENABUNG UNTUK MASA DEPAN

{“order”:0,”name”:”subheader”,”attributes”:{“backgroundcolor”:”000000″,”imageAligment”:”left”,”linkTarget”:”_self”,”pagePath”:”/content/corporate/apac/en/press-room”,”title”:”PRESS ROOM”,”titlecolor”:”A8AABA”,”sling:resourceType”:”nielsenglobal/components/content/subpageheader”},”children”:null}
{“order”:6,”name”:”pubdate”,”attributes”:{“sling:resourceType”:”nielsenglobal/components/content/publishdate”},”children”:null}
  • Indonesia, Filipina dan Thailand masih berada pada daftar 10 teratas negara paling optimistis di dunia
  • Kekhawatiran akan stabilitas politik terus meningkat pada konsumen Indonesia

JAKARTA, 30 APRIL 2014 – Konsumen Indonesia masih tercatat sebagai konsumen paling optimistis pada kwartal pertama 2014. Dari wilayah Asia Tenggara, Indonesia bersama Filipina dan Thailand berada pada daftar 10 teratas negara dengan kepercayaan diri konsumen tertinggi; sementara Singapura dan Vietnam juga masih berada diatas rata-rata global. Demikian menurut laporan terkini dari Nielsen Global Survey of Consumer Confidence and Spending yang hari ini dirilis oleh Nielsen, perusahaan informasi dan riset global.

Riset Nielsen mengungkapkan, indeks kepercayaan diri konsumen Indonesia tetap yang tertinggi secara global di kuartal pertama 2014 dengan skor 124 (sama dengan kuartal sebelumnya). Di wilayah Asia Tenggara, Indonesia disusul oleh Filipina yang berada di tempat ketiga teratas global dengan skor 116 (meningkat dua poin dibandingkan kuartal sebelumnya). Tingkat kepercayaan diri konsumen di Thailand juga tetap positif dengan skor 108 (turun 1 poin dibandingkan kuartal sebelumnya). Singapura dan Vietnam mencatat skor 99 di kuartal pertama tahun ini, meningkat dua poin untuk Singapura dibandingkan kuartal sebelumnya dan satu poin untuk Vietnam. Malaysia mengalami penurunan terbesar di wilayah Asia Tenggara antara kuartal keempat 2013 dan kuartal pertama 2014, sebanyak enam poin menjadi 92 yaitu dua poin dibawah rata-rata global yang 94 poin.

The Nielsen Global Survey of Consumer Confidence and Spending Intentions yang dilaksanakan sejak 2005, mensurvei kepercayaan diri konsumen, kekhawatiran utama dan keinginan berbelanja pada lebih dari 30.000 responden dengan akses Internet[1] di 60 negara. Indeks kepercayaan diri konsumen diatas dan dibawah angka standar 100 mengindikasikan tingkat optimisme dan pesimisme.

TETAP OPTIMISTIS MENGENAI KONDISI KEUANGAN DAN PROSPEK LAPANGAN PEKERJAAN

Meski turun 1 poin dibandingkan dengan kuartal keempat 2013, konsumen Indonesia masih tercatat sebagai yang paling optimistis di dunia mengenai keadaan keuangan pribadi mereka dimana 84 persen menyatakan bahwa keadaan keuangan pribadi mereka untuk 12 bulan ke depan Baik atau Sangat Baik.

Optimisme konsumen Indonesia dalam hal pandangan mereka mengenai prospek pekerjaan lokal justru meningkat dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Hampir 8 diantara 10 konsumen (77%) menyatakan bahwa prospek pekerjaan lokal dalam waktu satu tahun ke depan Baik atau Sangat Baik. Angka ini naik 4 poin dibandingkan kuartal sebelumnya yang 74%.

KEINGINAN BERBELANJA MENURUN, NIAT MENABUNG TETAP TINGGI

Keinginan konsumen Indonesia untuk berbelanja di kuartal keempat 2014 ini sedikit menurun dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Di kuartal keempat 2013, sebanyak 56 persen konsumen menyatakan bahwa satu tahun ke depan adalah waktu yang Baik atau Sangat Baik untuk membeli barang yang mereka inginkan atau butuhkan; di kuartal pertama 2014 angka tersebut turun menjadi 53%.

Dalam hal penggunaan dana cadangan setelah mencukupi biaya hidup, sebagian besar konsumen Indonesia (71%) menyatakan menggunakannya untuk menabung. Selain itu, 44 persen konsumen menyatakan menggunakan dana cadangan mereka untuk berlibur, 35% untuk berinvestasi saham atau reksadana dan 27% untuk hiburan diluar rumah.

KEKHAWATIRAN AKAN STABILITAS POLITIK KEMBALI MENINGKAT

Kekhawatiran konsumen Indonesia akan stabilitas politik menunjukkan tren yang meningkat. Setelah 14% di kuartal ketiga 2013 dan meningkat menjadi 18% di kuartal keempat 2013, kini 20% konsumen Indonesia menyatakan bahwa stabilitas politik adalah kekhawatiran terbesar mereka yang kedua setelah kondisi ekonomi.

Situasi ekonomi masih menjadi kekhawatiran utama konsumen Indonesia di kuartal pertama 2014 (34%) yang juga meningkat dibandingkan dengan kuartal keempat 2013 dengan 32%. Berada di urutan ketiga adalah kekhawatiran akan kesehatan (17%) disusul oleh kekhawatiran akan kebahagiaan dan kesejahteraan orangtua (15%).

Secara global, kepercayaan diri konsumen kembali kepada tingkat sebelum masa resesi dengan indeks sebesar 96 di kuartal pertama 2014 yang merupakan skor tertinggi sejak kuartal pertama 2007. Indeks global ini – terendah di kuartal pertama 2009 dengan skor 77 – naik dua poin dibandingkan dengan kuartal keempat 2013 dan tiga poin dibandingkan dengan periode satu tahun yang lalu (kuartal pertama 2013).

[1]Meskipun metodologi survei online dapat menjangkau skala yang sangat luas dan global,survei online hanya memberikan perspektif mengenai kebiasaan pengguna Internet, bukan total populasi. Di negara sedang berkembang dimana penetrasi online belum menjangkau potensi mayoritas, pengguna Internet kemungkinan lebih muda dan lebih kaya daripada populasi umum. Sebagai tambahan, jawaban survei adalah berdasarkan perilaku yang diklaim, bukan data yang diukur secara aktual. 

Contact

Miladinne Lubis, +62 855 108 2304, miladinne.lubis@nielsen.com