Press Room

NIELSEN: PERTUMBUHAN BELANJA IKLAN BERJALAN PERLAHAN

{“order”:0,”name”:”subheader”,”attributes”:{“backgroundcolor”:”000000″,”imageAligment”:”left”,”linkTarget”:”_self”,”pagePath”:”/content/corporate/apac/en/press-room”,”title”:”PRESS ROOM”,”titlecolor”:”A8AABA”,”sling:resourceType”:”nielsenglobal/components/content/subpageheader”},”children”:null}
{“order”:6,”name”:”pubdate”,”attributes”:{“sling:resourceType”:”nielsenglobal/components/content/publishdate”},”children”:null}
  • Pertumbuhan terbesar berasal dari organisasi politik dan pemerintahan
  • Belanja iklan organisasi politik dan pemerintahan di kuartal pertama tahun Pemilu 2014 meningkat hampir 100% dibandingkan dengan kuartal pertama tahun Pemilu 2009

Jakarta, 7 Mei 2014 – Belanja iklan di kuartal pertama tahun 2014 secara total mengalami pertumbuhan sebesar 15% dibandingkan dengan kuartal pertama tahun 2013, dari Rp23,3 Triliun menjadi Rp26,7 Triliun. Pertumbuhan ini sebagian besar berkat kontribusi belanja iklan organisasi politik dan pemerintahan yang meningkat sebesar 89% pada kuartal pertama 2014 dibandingkan dengan kuartal pertama tahun 2013, menjadi sebesar Rp2,04 Triliun.

Pertumbuhan belanja iklan pada kuartal pertama 2014 tersebut lebih kecil bila dibandingkan dengan pertumbuhan pada kuartal pertama 2013 (23%) maupun kuartal pertama 2012 (20%). Bila dilihat pertumbuhan menurut jenis media, di kuartal pertama tahun ini belanja iklan televisi tumbuh sebesar 19%, surat kabar tumbuh sebesar 9% – dengan kontribusi terbesar juga dari organisasi politik dan pemerintahan – sementara majalah dan tabloid justru mengalami penurunan sebesar 1%.

Tren Belanja Iklan Politik di Masa Pemilu Terus Meningkat, Golkar Pengiklan Terbesar

Seperti pada tahun-tahun Pemilu sebelumnya, belanja iklan organisasi politik dan pemerintahan di tahun Pemilu 2014 meningkat tajam. Selain secara keseluruhan meningkat 89%, pertumbuhan belanja iklan organisasi politik dan pemerintahan juga mencatat pertumbuhan tertinggi di semua jenis media yaitu 226% pada televisi menjadi Rp1,17 Triliun, 57% pada suratkabar menjadi 1,36 Triliun dan pada 46% majalah dan tabloid menjadi 14,27 Miliar.

Sementara itu bila dibandingkan dengan kuartal pertama tahun Pemilu sebelumnya, belanja iklan organisasi politik dan pemerintahan bertumbuh 92%, dari Rp1,065 Triliun di 2009 menjadi Rp 2,04 Triliun di 2014. Selama minggu-minggu kampanye, belanja iklan organisasi politik meningkat dua kali lipat yaitu sebesar Rp888 Miliar pada periode 16 Maret – 5 April 2014; dibandingkan dengan periode pra kampanye pada 23 Februari – 15 Maret 2014 yang sebesar Rp490 Miliar.

Pada kategori organisasi politik dan pemerintahan, di kuartal pertama 2014 Partai Golongan Karya (Golkar) merupakan pengiklan terbesar diikuti oleh Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) kemudian Partai Demokrat. Menyusul berikutnya adalah Partai Nasional Demokrat dan Pemda Riau. Sementara itu, porsi belanja iklan partai politik kembali dominan di televisi sebesar 54% setelah di tahun Pemilu sebelumnya pada kuartal pertama 2009 lebih dominan di suratkabar sebesar 65%. Trans TV menjadi stasiun televisi yang mendapatkan porsi belanja iklan terbesar dengan 14%, disusul oleh RCTI sebesar 12% dan ANTV sebesar 11%. “Ada yang menarik bila kita melihat tren belanja iklan partai politik pada tiga periode pemilu terakhir yaitu pada 2004, 2009 dan 2014.” ujar Irawati Pratignyo, Managing Director Media, Nielsen Indonesia. “Di kuartal pertama 2004, 55% belanja iklan partai politik sebagian besar dihabiskan di media televisi. Pada kuartal yang sama di tahun 2009, belanja iklan partai politik di televisi turun jauh hingga hanya 35%, namun di kuartal pertama 2014 kembali meningkat menjadi 54%. Tampaknya tahun ini televisi kembali dipandang sebagai media paling efektif untuk menyampaikan pesan politik.” sambungnya.

Mastin Obat Tradisional Pengiklan Terbesar

Setelah kategori organisasi politik dan pemerintahan, bila dibandingkan dengan kuartal pertama 2013, pada kuartal pertama 2014 kategori yang mengalami pertumbuhan belanja iklan terbesar adalah Pembersih dan Perawat Pakaian/Kain yang tumbuh sebesar 72% disusul oleh Mie/Makanan Instan dengan pertumbuhan sebesar 66%.

Sementara itu, pada kuartal pertama 2014 tercatat sebagai pengiklan terbesar adalah obat tradisional Mastin dengan nilai belanja sebesar Rp260 Miliar, disusul oleh shampoo Clear Anti Ketombe dengan Rp220 Miliar dan mie instan Sedaap dengan Rp215 Miliar. Komposisi ini sama dengan komposisi tiga besar pengiklan di media televisi. Media suratkabar didominasi oleh organisasi politik dan pemerintahan dengan pengiklan terbesar Pemda Riau dengan nilai belanja sebesar Rp103 Miliar, disusul oleh Partai Demokrat dengan Rp93 Miliar dan Toyota dengan Rp91 Milyar. Sementara itu pengiklan terbesar di majalah dan tabloid adalah Tupperware dengan nilai belanja sebesar Rp4 Milyar Smartfren Andromax dengan Rp2 Milyar dan Indosat M3 dengan Rp1,8 Milyar.

Tentang Advertising Information Services Nielsen

Informasi belanja iklan dikumpulkan dari data Advertising Information Services yang memonitor aktivitas periklanan Indonesia. Mencakup  24 stasiun TV, 95 surat kabar dan 163 majalah dan tabloid. Semua angka didasarkan pada rate card gross, tanpa menghitung diskon, promo, dll.

Tentang Nielsen Audience Measurement

Nielsen Audience Measurement melaksanakan Pengukuran Kepemirsaan TV untuk 10 kota besar di Indonesia (Jakarta, Surabaya, Medan, Semarang, Bandung, Makassar, Yogyakarta, Palembang, Denpasar, dan Banjarmasin) dengan populasi TV sebanyak 49,525,104 individu berusia 5 tahun ke atas. Pengukuran elektronik menggunakan tekhnologi meter dengan GSM & GPRS dengan pengambilan data sepanjang malam. Data tersedia secara harian dengan kepemirsaan TV menit ke menit. Hasil survey hanyamencakup 10 kota besar di Indonesia dan tidak mewakili populasi Indonesia.

Tentang Nielsen

Nielsen Holdings N.V. (NYSE:NLSN) adalah sebuah perusahaan informasi dan pengukuran global yang menjadi pemimpin pasar dalam informasi pemasaran dan konsumen, televisi dan pengukuran media lainnya, online, pengukuran mobile, pameran perdagangan dan properti terkait. Nielsen beroperasi di sekitar 100 negara, dengan kantor pusat di New York, USA dan Diemen, Belanda.

Contact

Miladinne Lubis, +62 855 108 2304, [email protected]