Press Room

SURVEI NIELSEN: 69 PERSEN RESPONDEN GLOBAL YAKIN CAPAI TARGET FINANSIAL

{“order”:0,”name”:”subheader”,”attributes”:{“backgroundcolor”:”000000″,”imageAligment”:”left”,”linkTarget”:”_self”,”pagePath”:”/content/corporate/apac/en/press-room”,”title”:”PRESS ROOM”,”titlecolor”:”A8AABA”,”sling:resourceType”:”nielsenglobal/components/content/subpageheader”},”children”:null}
{“order”:6,”name”:”pubdate”,”attributes”:{“sling:resourceType”:”nielsenglobal/components/content/publishdate”},”children”:null}

Secara global, lebih banyak responden menabung untuk urusan kesehatan dan kebutuhan rumah tangga yang mendesak, dibanding untuk perencanaan pensiun atau target jangka panjang

JAKARTA, 16 JANUARI 2014 – Berdasarkan hasil studi terbaru dari Nielsen, penyedia informasi dan insight terdepan mengenai apa yang konsumen tonton dan beli, tujuh dari 10 responden global (69%) yakin bahwa mereka akan mencapai target finansial mereka di masa depan. Namun hanya 28 persennya yang percaya bahwa perencanaan mereka untuk mencapai target tersebut cukup baik, sementara 41 persen mengatakan mereka perlu lebih memperhatikan dan menyesuaikan investasi dari waktu ke waktu untuk mencapai ekspektasi finansial mereka. Hampir sepertiga responden global (31%) tidak yakin bahwa mereka akan dapat mencapai tujuan finansial mereka dengan kondisi alokasi aset yang dimiliki, baik yang sudah ada saat ini maupun yang telah disesuaikan.

“Persiapan masa depan finansial seseorang memiliki implikasi pada hal-hal yang melampaui kebutuhan pribadi,” ucap Oliver Rust, Senior Vice President, Global Financial Services, Nielsen.

“Khususnya di negara-negara yang ekonominya sudah maju, timbul keprihatinan mengenai ketergantungan pada pemerintah untuk mendapatkan bantuan pada pos-pos pengeluaran seperti dana pensiun, kesehatan, dan pendidikan; seiring dengan meningkatnya angka populasi yang memasuki usia pensiun. Pemahaman atas persepsi konsumen mengenai strategi menabung untuk mencapai tujuan finansial akan memberikan pemahaman yang mendalam mengenai bagaimana konsumen merespon tantangan dalam sama dengan merespon tantangan terhadap jaminan keamanan finansial.”

Nielsen Global Survey of Saving and Investment Strategies mensurvei lebih dari 30.000 responden yang memiliki akses internet di 60 negara untuk mengevaluasi bagaimana konsumen di seluruh dunia mempersiapkan biaya finansial di masa kini dan masa depan. Nielsen telah mengevaluasi 16 strategi menabung dan investasi yang berbeda, yang digunakan untuk mendanai sekitar 14 target finansial untuk jangka panjang maupun jangka pendek.

Perencanaan Investasi Masa Depan Lebih Kuat Dibandingkan Aktivitas Menabung Saat Ini

Dari semua 14 target yang diteliti, tujuan responden global untuk menabung untuk masa depan lebih kuat dibandingkan aktivitas menabung lainnya, terkecuali untuk satu tujuan, yaitu urusan kesehatan (42% active savers vs 41% future savers).

Responden di wilayah Asia Pasifik, Amerika Latin dan Timur Tengah/Afrika memiliki perencanaan terkuat untuk menabung untuk masa depan, khususnya dengan tujuan untuk membiayai masa depan anak, pendidikan yang lebih tinggi, pembelian properti untuk pertama dan kedua kali, pembelian barang mewah personal, warisan dan bisnis baru. Di Amerika Utara dan Eropa, tujuan tabungan masa depan relatif lebih rendah untuk pendidikan yang lebih tinggi, bisnis baru dan persiapan momentum penting seperti  pernikahan atau kelahiran bayi.

“Semakin banyaknya responden yang merencanakan untuk menabung untuk masa depan menunjukan adanya peluang mengedukasi konsumen tentang strategi tabungan dan investasi yang akan membantu mereka mencapai tujuan finansial,” ujar Rust. “Hal ini juga memberi pencerahan mengenai pertumbuhan akumulasi kemakmuran konsumen di lebih banyak negara berkembang di dunia, dan aspirasi mereka untuk memiliki lebih banyak fleksibilitas dengan masa depan finansial yang lebih terjamin.”

Isu Kesehatan dan Kebutuhan Rumah Tangga Yang Mendesak, Prioritas Utama dari Active Saving

Informasi Nielsen menunjukan bahwa untuk mereka yang secara aktif menabung untuk masa kini, isu kesehatan dan kebutuhan rumah tangga yang tak terduga menjadi priotas dari lebih banyak responden di tingkat global dibandingkan dengan yang menabung untuk target finansial jangka panjang (masing-masing 42% dan 41%).

Menabung untuk kebutuhan rumah tangga yang tidak terduga mendorong persentase tertinggi pada active savers di Amerika Utara (39%), Amerika Latin (38%), dan Eropa (32%). Di seluruh wilayah – Eropa (65%), Amerika Utara (61%), Asia Pasifik (56%), Amerika Latin (49%) dan Timur Tengah/Afrika (47%)—– menyimpan uang tunai dalam mata uang lokal adalah strategi investasi utama untuk membiayai kebutuhan ini.

Lima puluh lima persen dari responden di Asia Pasifik mengklaim bahwa mereka secara aktif menabung untuk hal-hal yg berhubungan dengan kesehatan, seperti halnya di banyak negara berkembang di Timur Tengah/Afrika (41%) dan Amerika Latin (38%). Responden di wilayah-wilayah tersebut menerapkan strategi yang terdiversifikasi dalam menabung untuk perihal kesehatan dengan memiliki beberapa rekening di bank lokal, asuransi jiwa dan tabungan berencana. Amerika Utara (33%) dan Eropa (24%) relatif lebih rendah dalam menabung untuk perihal kesehatan dan strategi menabungnya kurang terdiversifikasi.

“Pembiayaan untuk kebutuhan kesehatan adalah isu yang cukup signifikan diantara konsumen di negara berkembang, yang kurang mendapatkan bantuan dari pemerintah,” ujar Rust. “Konsumen tersebut sangat serius menangani masalah kesehatan dan tidak ragu untuk menggunakan cara-cara yang diperlukan untuk meningkatkan keamanan finansialnya. Mereka secara aktif melakukan investasi pada tingkat yang lebih tinggi, melakukan diversifikasi investasi mereka untuk mendapatkan hasil yang lebih dapat diprediksi, serta fokus untuk mendapatkan hasil dengan lebih cepat.”

Dana Pensiun dan Biaya Masa Depan Anak, Target Menabung Yang Penting

Secara aktif menabung untuk isu-isu jangka panjang seperti dana pensiun dan biaya masa depan anak merupakan prioritas bagi sepertiga responden global ( masing-masing 35% dan 34%). Responden di wilayah Amerika Utara dan Asia Pasifik adalah yang yang paling aktif menabung untuk dana pensiun (39% di tiap wilayah), melebihi rata-rata global. Kurang dari sepertiga  responden di Amerika Latin (32%) dan Timur-Tengah/Afrika (30%) serta sekitar seperempat di Eropa (26%) saat ini menabung untuk dana pensiun. Di Eropa, 40 persen responden mengindikasikan bahwa mereka tidak memiliki keinginan sama sekali untuk menabung untuk dana pension, dibandingkan dengan rata-rata global yaitu 22 persen yang tidak berencana untuk menabung.

“Perbedaan keunggulan program dana pensiun antara pemerintah dan swasta menciptakan persepsi yang berbeda dalam menabung, seperti dinyatakan oleh konsumen diseluruh dunia,” ucap Rust. “Ketika orang Amerika pensiun, dana pensiun yang mereka dapatkan dari pemerintah secara umum jauh lebih rendah dari yang mereka dapatkan pada saat mereka bekerja; berbeda dengan orang-orang di Eropa lebih bergantung pada bagian yang lebih besar dari pendapatan mereka. Namun terjadi perubahan di beberapa negara Eropa di mana program pensiun wajib diberlakukan di perusahaan untuk menggantikan rencana dana pemerintah di jangka panjang.   Lebih dari sebelumnya,  kini tabungan pribadi lebih diandalkan untuk.”

Aktifitas menabung yang dilakukan saat ini untuk biaya masa depan anak adalah prioritas bagi 43% responden di Asia Pasifik dan 35% di Timur-Tengah/Afrika, melampaui rata-rata global. Hal itu tidak terlihat pada responden di Amerika Latin (30%), Eropa (25%) dan Amerika Utara (19%).

 “Prioritas dalam menabung sebagian besar ditentukan oleh dinamika pasar lokal,” ujar Rust. “ Di negara-negara dimana konsumen dikenakan biaya sekolah yang tinggi dan kekurangan fasilitas sekolah negeri, proporsi dari pendapatan dan tabungan lebih banyak didedikasikan untuk memastikan bahwa anak mendapatkan pendidikan yang baik sejak dini. Sementara itu pada konsumen di negara-negara dengan kualitas sekolah negeri yang baik, kami melihat bahwa strategi menabung jangka panjang dilakukan lebih untuk menjamin anak mendapatkan biaya tinggi untuk menjamin anak-anak mendapatkan pendidikan tingkat tinggi.”

Contact

Miladinne Lubis, +62 855 108 2304, miladinne.lubis@nielsen.com