Press Room

ANGKA PENJUALAN MAKANAN BAYI GLOBAL AKAN MENDEKATI 50 MILIAR DOLAR, SEMENTARA POPOK BAYI AKAN MELAMPAUI 29 MILIAR DOLAR

Urbanisasi, pertumbuhan kelas menengah dan peningkatan jumlah wanita bekerja mendorong pertumbuhan penjualan makanan dan popok bayi

10% dari rumah tangga di Asia Tenggara memiliki anak berusia di bawah 1 tahun, 13% memiliki anak berusia 1-2 tahun

Nutrisi, bahan makanan dan proses pengolahan menjadi pertimbangan utama para orang tua dalam memilih makanan bayi, perlindungan dan kecocokan terhadap kulit menjadi pertimbangan penting memilih popok

Jakarta, 7 September 2015 – Tingginya urbanisasi, pertumbuhan kelas menengah dan meningkatnya jumlah wanita bekerja, khususnya di banyak negara berkembang, diperkirakan menstimulasi pertumbuhan penjualan makanan bayi, yang diperkirakan oleh Nielsen akan mendekati angka 30 miliar dolar di tahun 2015[1] dan pada pasar untuk popok bayi yang diproyeksikan melampaui 29 miliar[2] dolar, menurut laporan terbaru yang dirlilis baru-baru ini oleh Nielsen, perusahaan pengukuran kinerja global.

Untuk lebih memahami tren kategori produk perawatan bayi seperti makanan bayi dan popok bayi, dan alasan konsumen memilih satu merek dibandingkan merek lainnya, Nielsen melakukan survei online di 60 negara kepada konsumen yang telah membeli produk perawatan bayi dalam lima tahun terakhir. Hasil survei tersebut mengungkapkan penemuan penting dari proses perjalanan pembelian yang dilalui dan mengidentifikasi sumber online maupun offline yang paling mempengaruhi proses tersebut.

Laporan Nielsen ini membahas tren dalam kategori produk perawatan bayi seperti makanan bayi dan popok bayi serta alasan konsumen memilih satu merek dibandingkan merek lainnya, menyoroti adanya peluang yang ada di Asia Tenggara bagi para produsen perawatan bayi berkat populasi penduduk yang masih muda dan berkembang di kawasan ini.

[1] Berdasarkan data penjualan ritel Nielsen untuk kategori produk nutrisi bayi, bubur bayi dan susu formula bayi di negara-negara terpilih, meliputi sekitar 95% produk makanan dan formula bayi di pasar global.

[2] Berdasarkan data penjualan Nielsen  untuk popok dan tisu bayi di 63 negara, yang mencakup sekitar 90% dari nilai penjualan di pasar global.

Satu dari 10 konsumen di Asia Tenggara memiliki seorang anak berusia di bawah satu tahun dalam rumah tangga mereka, salah satu yang tertinggi di wilayah manapun dan jumlah ini adalah dua kali lipat dari rata-rata pasar global yang hanya 5%. Di Asia Tenggara juga terdapat 13% konsumen yang memiliki anak berusia 1-2 tahun dalam keluarga mereka, dibandingkan dengan rata-rata global yang hanya 9%. (Lihat Grafik 1).

“Para orangtua sangat bijaksana dan cerdas untuk segala hal yang berkaitan dengan perawatan anak mereka — mulai dari makanan yang diberikan hingga popok yang digunakan, hanya sedikit ruang untuk kompromi, dan mereka bersedia menghabiskan lebih banyak biaya untuk mendapatkan kualitas,” kata Connie Cheng, Head of Shopper Insights untuk Nielsen di Asia Tenggara, Asia Utara dan Pasifik. “Tingkat kemakmuran yang masih bertumbuh, urbanisasi dan meningkatnya jumlah wanita pekerja menjadi faktor utama yang mempengaruhi penerimaan atas produk-produk yang memberikan kenyamanan seperti susu bayi, makanan bayi siap jadi dan popok bayi”

Namun demikian, persaingan pada pasar perawatan bayi saat ini cukup sengit, dan berbagai macam merek dan produk bermerek maupun bermerek dari toko dengan berbagai pilihan harga, bersaing ketat untuk menarik perhatian konsumen. Selain itu, jangka waktu untuk membeli produk perawatan bayi relatif singkat.

“Terlepas dari tantangan yang ada, peluang di pasar produk perawatan bayi masih besar,” ungkap Cheng. “Untuk bisa meraih keunggulan kompetitif di ruang yang didominasi hanya oleh sejumlah merek-merek besar, perlu ada pemahaman yang mendalam mengenai faktor apa yang mendorong pemilihan produk.”

PILIHAN BAHAN ORGANIK DAN SEHAT

Lebih dari setengah responden Asia Tenggara (54%) mengatakan bahwa nutrisi yang baik menjadi pertimbangan penting dalam memutuskan produk bayi mana yang baik untuk dibeli. Bahan-bahan yang terkandung di dalamnya dan proses pengolahan yang aman serta merek yang terpercaya juga penting bagi lebih dari sepertiga konsumen (39%), sejalan dengan pertimbangan harga (32%) dan juga rasa. Bahan organik dan makanan yang terbuat dari bahan alami juga menjadi pertimbangan penting dalam membeli produk, demikian diungkapkan oleh 25% responden di Asia Tenggara.

“Kesadaran yang lebih besar akan pentingnya kesehatan dan nutrisi mengarahkan konsumen untuk mencari produk makanan dengan bahan alami dan diproses secara alami, dan ketika menyangkut kepentingan bayi mereka, konsumen menjadi lebih pemilih, bahkan untuk produk-produk premium.” ungkap Cheng. “Orang tua siap untuk menukar dengan produk yang lebih bagus dan hal ini akan mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan pada segmen ini, walaupun pertumbuhan itu datang dari sumber yang berbeda untuk pasar  yang berbeda. Pada negara-negara yang lebih maju di mana angka kelahiran lebih rendah dan kategori produk perawatan bayi sudah jenuh, pertumbuhan akan dirangsang oleh inovasi dan premiumisasi; sementara di negara-negara berkembang, permintaan yang meningkat menjadi pendorong pertumbuhan terbesar.”

POPOK

Ketika memilih merek atau tipe popok yang dibeli untuk bayi mereka, lebih dari setengah konsumen di Asia Tenggara memilih perlindungan kulit/baik untuk kulit sensitif (51%) sebagai faktor utama yang mempengaruhi keputusan pembelian mereka. Sekitar sepertiga mempertimbangkan rasa nyaman saat digunakan (34%) dan harga (30%) sebagai pertimbangan penting lainnya.

PENTINGNYA DUKUNGAN

Laporan Nielsen juga menyoroti pentingnya rekomendasi dari keluarga dan teman serta iklan televisi sebagai sumber informasi bagi orang tua baru dalam memilih makanan bayi dan popok bayi untuk bayi mereka  (Grafik 2 dan 3).  Rekomendasi dari teman atau keluarga adalah yang paling mempengaruhi keputusan bagi lebih dari 2 dari 5 konsumen (42%) dalam pembelian makanan bayi, kemudian setelah itu adalah rekomendasi dari pakar kesehatan bayi (40%). Iklan televisi juga berperan penting dimana 28% konsumen menyatakan bahwa iklan televisi memiliki pengaruh yang besar pada keputusan pembelian mereka. (Grafik 4)

Sedangkan yang mempengaruhi pembelian untuk popok bayi, hampir setengah dari konsumen (47%) menyatakan rekomendasi dari keluarga dan teman berpengaruh secara signifikan pada keputusan pembelian mereka, dan 37% dari konsumen menyatakan keputusannya dipengaruhi oleh iklan televisi. (Grafik 5)

TREND PEMBELIAN ONLINE

Sementara konsumen dari produk perawatan bayi di Asia Tenggara adalah yang paling mungkin membeli kebutuhan bayi dengan cara belanja tradisional, media online berhasil meraih momentum ini dengan 19% konsumen menyatakan telah membeli popok bayi dan 17% membeli makanan bayi secara online.

“Retailer online mampu berkompetisi dalam hal harga dan kenyamanan, karena investasi modal yang berkurang untuk infrastruktur fisik, dan dalam beberapa kasus memotong jalur supply chain,” Cheng menjelaskan. “Dari perspektif konsumen, membeli produk perawatan bayi secara online menjadi penawaran yang menarik bagi para orang tua yang sibuk. Belanja online merupakan perpanjangan dari toko dan membantu orang tua untuk dapat menyeimbangkan tuntutan keluarga dan pekerjaan. Belanja online memberikan kenyamananan, pilihan-pilihan dan nilai harga bagi pembeli. Dengan tingkat konsumsinya yang dapat diprediksi dan berjangka panjang, kategori produk bayi seperti popok dan tisu bayi merupakan produk yang baik untuk transaksi e-commerce.”

Grafik 1. Kelompok Usia Anak Dalam Keluarga

Sumber: Nielsen Global Baby Care Report, 2015

Grafik 2. Top 5  Sumber Informasi Mengenai Pilihan Makanan Bayi Untuk Dibeli Pertama Kali

Source: Nielsen Global Baby Care Report, 2015

Grafik 3. Top 5 Sumber Informasi dalam Memilih Membeli Popok Bayi untuk Pertama Kali

Source: Nielsen Global Baby Care Report, 2015

Grafik 4. Top 5 Sumber Informasi Paling Berpengaruh Dalam Membeli Makanan Bayi

Source: Nielsen Global Baby Care Report, 2015

Grafik 5. Top 5 Sumber Informasi Paling Berpengaruh Dalam Membeli Popok Bayi

Source: Nielsen Global Baby Care Report, 2015

TENTANG THE NIELSEN GLOBAL SURVEY

The Nielsen Global Baby Care Survey dilakukan pada 23 Februari-13 Maret 2015, dan mensurvey konsumen di 60 negara di kawasan Asia Pacifik, Eropa, America Latin, Timur Tengah, Afriaka dan Amerika Utara yang melakukan pembelian produk perawatan bayi dalam 5 tahun terakhir. Kuota sampel berdasarakan usia dan gender dari masing-masing negara menurut jumlah pengguna internet di negara tersebut yang mewakili total keseluruhan konsumen internet. Dengan margin eror ±0.6%.  The Nielsen Survey hanya berdasarkan pada perilaku konsumen dengan akses online. Penetrasi internet yang beragam menurut negaranya masing-masing. Nielsen menggunakan minimal 60% penetrasi internet dan populasi pengguna online sebanyak 10 juta untuk dilakukan survey. The Nielsen Global Survey, yang meliputi the Global Consumer Confidence Index, diluncurkan di 2005.

Tentang Nielsen

Nielsen N.V. (NYSE: NLSN) adalah perusahaan manajemen kinerja global yang menyediakan pemahaman yang komprehensif akan apa yang konsumen tonton (Watch) dan beli (Buy). Nielsen Watch menyediakan layanan Pengukuran Total Kepemirsaan dari semua perangkat dimana konten seperti video audio dan teks dikonsumsi, bagi klien media dan periklanan. Segmen Buy menawarkan pandangan global mengenai pengukuran kinerja ritel bagi para pengusaha barang konsumsi kemasan dan peritel. Dengan mengintegrasikan informasi dari Watch dan Buy serta sumber data lainnya, Nielsen menyediakan pengukuran dan analisa kelas dunia bagi para kliennya untuk membantu meningkatkan kinerja. Nielsen perusahaan yang termasuk dalam daftar 500 perusahaan oleh S&P, beroperasi di lebih dari 100 negara yang mencakup lebih dari 90% populasi dunia. Untuk informasi lebih lanjut,  kunjungi www.nielsen.com