Press Room

INDONESIA TETAP MENJADI YANG KEDUA PALING OPTIMISTIS DI DUNIA

{“order”:3,”name”:”pubdate”,”attributes”:{“hidePublishDate”:”true”,”jcr:mixinTypes”:”[cq:LiveRelationship]”,”sling:resourceType”:”nielsenglobal/components/content/publishdate”},”children”:null}

Indonesia meraih skor 123, naik tiga poin persentase dibandingkan kuartal sebelumnya.
Kriminalitas dan Kesehatan berada diantara kekhawatiran utama pada kuartal ini.

JAKARTA, 20 MEI 2015 – Keyakinan konsumen Indonesia menguat pada kuartal pertama 2015 dibandingkan dengan kuartal sebelumnya dan tetap di posisi kedua teratas secara global. India masih menjadi negara paling optimistis dalam tiga kuartal terakhir, demikian menurut Consumer Confidence Index terkini yang dirilis Nielsen, perusahaan global penyedia informasi dan riset. The Nielsen Global Survey of Consumer Confidence and Spending Intentions juga mengungkapkan bahwa lima dari enam negara di Asia Tenggara mencatat indeks keyakinan 100 poin persentase (pp) keatas. Tingkat keyakinan konsumen diatas dan dibawah 100 mengindikasikan derajat optimisme dan pesimisme.

Konsumen di Indonesia masih menjadi yang kedua teroptimistis secara global dengan skor indeks 123 di kuartal pertama 2015 (naik 3 pp dibandingkan dengan kwartal sebelumnya). Dari wilayah Asia Tenggara, meski turun 5 pp, Filipina berada di tempat kedua setelah Indonesia dengan skor 115. Vietnam mencatat kenaikan tertinggi dengan 112 poin (naik 6 pp dibandingkan kuartal sebelumnya) dan Singapura stabil dengan skor 100. Sementara itu, India Sementara itu, India masih menjadi negara paling optimistis dengan skor indeks 130 (naik 1pp vs kwartal sebelumnya). (Lihat Grafik 1).

The Nielsen Global Survey of Consumer Confidence and Spending Intentions yang pertama kali diselenggarakan tahun 2005, mengukur keyakinan konsumen, kekhawatiran utama dan keinginan berbelanja pada lebih dari 30,000 responden dengan akses Internet[1] di 60 negara.

TINGKAT OPTIMISME DI INDONESIA TETAP TINGGI

Secara global, konsumen Indonesia merupakan yang paling optimistis mengenai keadaan keuangan personal mereka, dimana lebih dari 8 dari 10 (84%) konsumen online Indonesia percaya bahwa keadaan keuangan pribadi mereka akan baik atau sangat baik dalam 12 bulan ke depan (naik 4% dibandingkan kuartal keempat 2014)..

Pola yang serupa juga terlihat pada tingkat optimisme mengenai prospek lapangan pekerjaan. Pada kwartal pertama 2015, secara global konsumen Indonesia merupakan yang kedua paling optimistis mengenai prospek lapangan pekerjaan setelah India, dimana lebih dari 7 dari 10 (74%) konsumen online Indonesia percaya bahwa pasar lapangan kerja akan baik atau sangat baik dalam 12 bulan ke depan. Angka ini sedikit meningkat dari kuartal sebelumnya yang sebesar 73%. Pandangan konsumen mengenai belanja juga masih positif, dengan 56% konsumen mengindikasikan bahwa waktu 12 bulan ke depan merupakan waktu yang baik atau sangat baik untuk berbelanja barang yang mereka inginkan atau butuhkan. (Lihat Grafik 2).

MENABUNG DAN INVESTASI TETAP MENJADI PRIORITAS BAGI KONSUMEN INDONESIA

Konsumen Indonesia merupakan penabung yang paling antusias, dimana tiga perempatnya (75%) mengalokasikan kelebihan dana mereka untuk menabung, dibandingkan dengan hanya 48% rata-rata global dan 61% di Asia Pasifik. Selain menabung, lebih dari sepertiga konsumen Indonesia (35%) menggunakan kelebihan dana mereka untuk berinvestasi di saham atau reksadana, sementara itu 41% konsumen mengalokasikan kelebihan dana mereka untuk berlibur.

KRIMINALITAS DAN KESEHATAN ADA DIANTARA LIMA TERATAS KEKHAWATIRAN UTAMA KONSUMEN

Kondisi Ekonomi masih menjadi kekhawatiran utama bagi konsumen sejak kuartal keempat 2014, dengan lebih dari sepertiga konsumen Indonesia (33%) menyebut keadaan ekonomi sebagai kekhawatiran terbesar mereka dalam enam bulan ke depan. Di kuartal pertama 2015, secara mengejutkan tingkat kekhawatiran akan Kriminalitas dan Kesehatan meningkat tajam dan masuk dalam urutan lima teratas. Kriminalitas berada pada urutan kedua (23%) dan Kesehatan di urutan kelima (14%). (Lihat Grafik 3).

“Cukup mengejutkan bahwa kekhawatiran akan Kriminalitas meningkat menjadi kekhawatiran tertinggi kedua bagi konsumen Indonesia. Tampaknya konsumen menganggap bahwa situasi ekonomi dalam enam bulan terakhir menjadi lebih sulit, dan itu dapat memicu terjadinya peningkatan tindak kejahatan.” tutur Agus Nurudin, Managing Director, Nielsen Indonesia. “Namun demikian, kami percaya pemerintah akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memulihkan keadaan ekonomi agar konsumen dapat kembali meraih rasa aman.”

Chart 1: Nielsen Consumer Confidence Index, Asia Pacific, 2015

Source: Nielsen Global Survey of Consumer Confidence and Spending Intentions, Q1 2015

Chart 2: Outlook on Spending, Asia Pacific, Q1 2015

Source: Nielsen Global Survey of Consumer Confidence and Spending Intentions, Q1 2015

Chart 3: Top Five Major Concerns, Indonesia, Q1 2015

Source: Nielsen Global Survey of Consumer Confidence and Spending Intentions, Q1 2015

[1]Meskipun metodologi survei online dapat menjangkau skala yang sangat luas dan global,survei online hanya memberikan perspektif mengenai kebiasaan pengguna Internet, bukan total populasi. Di negara sedang berkembang dimana penetrasi online belum menjangkau potensi mayoritas, pengguna Internet kemungkinan lebih muda dan lebih kaya daripada populasi umum. Sebagai tambahan, jawaban survei adalah berdasarkan perilaku yang diklaim, bukan data yang diukur secara aktual.

Tentang Survei Global Nielsen

Nielsen Global Survey of Consumer Confidence and Spending Intentions dilaksanakan pada 23 Februari – 13 Maret 2015 dan mensurvei lebih dari 30.000 konsumen online di 60 negara di seluruh Asia-Pasifik, Eropa, Amerika Latin, Timur Tengah, Afrika, dan Amerika Utara. Sampel dipilih berdasarkan usia dan jenis kelamin untuk pengguna internet di tiap-tiap negara yang telah di cek dan pertimbangkan sebagai representatif  dari pengguna internet, dan memiliki margin of error ±0.6%. Survei Nielsen ini berdasarkan prilaku responden hanya melalui akses internet. Tingkat penetrasi Internet bervariasi menurut negara. Nielsen menggunakan standar pelaporan minimal 60 persen penetrasi Internet atau 10M populasi online untuk survei inklusi.Consumer Confidence Index di China dikompilasi dari survei metodologi campuran terpisah antara 3.500 responden di Cina. Survei Global Nielsen, yang termasuk didalamnya indeks Global Consumer Confidence. Nielsen Global Survey of Consumer Confidence and Spending Intentions telah dilaksanakan sejak tahun 2005.

Tentang Nielsen

Nielsen Holdings N.V. (NYSE: NLSN) adalah perusahaan informasi dan pengukuran global dengan posisi pasar terkemuka di bidang pemasaran dan informasi konsumen, televisi dan pengukuran media lainnya, intelijen online dan pengukuran seluler. Nielsen telah hadir di sekitar 100 negara, dengan kantor pusat di New York, Amerika Serikat, dan Diemen, Belanda. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.nielsen.com