Press Room

SUSTAINABILITY TERUS MEMILIKI MOMENTUM TERSENDIRI BAGI KONSUMEN ASIA TENGGARA

Konsumen Vietnam dan Filipina adalah konsumen yang memiliki kesadaran sosial paling tinggi di Asia Tenggara

Pertumbuhan merek-merek yang berkomitmen pada sustainability melampaui merek-merek yang tidak menunjukkan komitmen sosial

Jakarta, 22 Oktober – Secara global, konsumen di Asia Tenggara adalah yang paling bersedia membayar lebih untuk produk dan jasa yang Sustainable melebihi wilayah lain di seluruh dunia termasuk Timur Tengah, Afrika, Amerika Latin, Eropa dan Amerika Utara, demikian menurut studi terbaru Nielsen, perusahaan manajemen kinerja global.

Nielsen Global Corporate Sustainability Report 2015 menunjukkan 8 dari 10 konsumen di Asia Tenggara (80%) lebih memilih untuk membeli merek-merek yang memiliki komitmen pada tanggung jawab sosial, dibandingkan Asia Pasifik (76%), Timur Tengah/Afrika (75%), dan Amerika Latin (71%), Eropa (51%), dan Amerika Utara (44%).

Di antara konsumen Asia Tenggara, konsumen Vietnam  dan Filipina adalah konsumen yang paling memiliki kesadaran akan tanggung jawab sosial, dengan 86% responden dari Vietnam dan 83% dari Filipina menyatakan mereka bersedia membayar ekstra untuk produk atau jasa dari perusahaan yang memiliki komitmen untuk membawa dampak positif bagi sosial dan lingkungan (masing-masing naik 12 poin dan 4 poin). (lihat Grafik 1).

Untuk memperoleh wawasan yang lebih baik mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi sentimen dan perilaku belanja konsumen, Nielsen melakukan survei 30.000 konsumen di 60 negara di seluruh dunia. Konsumen diberikan pertanyaan seberapa besar faktor lingkungan, kemasan, harga, pemasaran, serta bahan organik atau klaim kesehatan berpengaruh terhadap keputusan pembelian mereka untuk produk konsumsi.

“Konsumen saat ini menunjukkan kepeduliannya terhadap isu lingkungan dan sosial,” kata Sagar Phadke, Executive Director, Consumer Insights, Nielsen Indonesia. “Mereka juga mengharapkan hal yang sama dari korporasi-korporasi, karena itu merek-merek yang berkomitmen pada Sustainability akan mendapat tempat di hati konsumen.”

Menurut laporan Nielsen, penjualan produk konsumsi dari merek-merek yang terbukti memiliki komitmen pada Sustainability tumbuh lebih dari 4% secara global dibandingkan dengan tahun lalu, sedangkan pertumbuhan pada merek-merek yang yang tidak terbukti berkomitmen pada Sustainability hanya kurang dari 1%

KESEHATAN DAN KESEJAHTERAAN

Salah satu faktor utama dalam Sustainability yang mempengaruhi pembelian di Asia Tenggara adalah faktor kesehatan dan kesejahteraan, dengan poin persentase sebesar 70%. Kesehatan dan kesejahteraan sangat berpengaruh khususnya di Filipina dan Vietnam – hampir 8  dari 10 konsumen di Filipina (79%) dan Vietnam (77%) mengatakan bahwa produk yang memberi manfaat kesehatan dan kesejahteraan mendorong keputusan pembelian mereka. (lihat Grafik 2)

Produk yang terbuat dari bahan yang segar, alami dan atau organik memberikan hasil yang serupa pada konsumen di wilayah ini (69%).

Memanfaatkan peluang untuk menjembatani manfaat dan bahan yang berkaitan dengan kesehatan yang akan mendukung klaim produk adalah cara yang ampuh dan berdampak nyata untuk dapat terhubung dengan konsumen,” ujar Sagar.

KEPERCAYAAN PADA MEREK

Sama pentingnya bagi konsumen di wilayah ini adalah kepercayaan pada merek (70%).

“Merek-merek produk konsumsi global yang mengabaikan Sustainability meningkatkan risiko reputasi dan bisnis perusahaan. Mereka akan rentan terhadap segala jenis kompetitor yang akan merebut peluang dengan membangun kepercayaan pada konsumen, yang didominasi oleh kaum muda yang memiliki kesadaran sosial dan mencari produk sesuai dengan nilai-nilai mereka,” ujar Sagar.

LINGKUNGAN

Berkenaan dengan niat membeli, komitmen atas lingkungan memiliki kekuatan untuk mempengaruhi pembelian produk pada 57% konsumen di Asia Tenggara. Komitmen baik pada nilai sosial atau pada komunitas konsumen juga penting ( masing-masing mempengaruhi 56% dan 55% konsumen). Data retail turut mendukung pentingnya pengaruh ini. Pada 2014, 65% dari total penjualan produk konsumsi yang diukur secara global dihasilkan oleh merek-merek yang dalam program pemasarannya menyampaikan komitmen nilai sosial dan atau lingkungan.

“Kami melihat perubahan hirarki pada faktor-faktor pendorong loyalitas konsumen dan performa merek,” ujar Sagar mengamati. “Komitmen kepada tanggung jawab sosial dan lingkungan melebihi beberapa pengaruh yang lebih  tradisional untuk banyak konsumen. Merek-merek produk konsumsi yang gagal menjalankannya menghadapi resiko tertinggal jauh di belakang.”

IKLAN TELEVISI

Iklan TV yang menyoroti komitmen sebuah perusahaan dalam memberikan dampak positif kepada sosial dan atau lingkungan berpengaruh dalam perjalanan pembelian pada 42% responden di Asia Tenggara. “Komitmen pada Sustainability perlu dipertegas dan disosialisasikan oleh merek-merek dalam pesan mereka dengan memanfaatkan berbagai saluran seperti validasi pihak ketiga (liputan berita), laporan tahunan, afiliasi dengan organisasi nirlaba atau organisasi masyarakat yang dihormati, kegiatan karyawan yang bersifat sukarela, iklan, atau laporan mengenai kegiatan nyata dalam komunitas masyarakat dalam situs perusahaan,” kata Sagar. “Penting untuk diperhatikan adalah nilai keaslian dan kredibilitas. Kepedulian harus menekankan pada perbuatan baik yang sesungguhnya ketimbang hanya promosi semata.”

GRAFIK 1: PERSENTASE KONSUMEN YANG BERSEDIA MEMBAYAR LEBIH UNTUK PRODUK DAN JASA YANG DATANG DARI PERUSAHAAN YANG BERKOMITMEN PADA DAMPAK POSITIF SOSIAL DAN LINGKUNGAN

Sumber: Nielsen Global Corporate Sustainability Report, 2015

GRAFIK 2: PENDORONG UTAMA MEMBELI PRODUK YANG SUSTAINABLE

Sumber: Nielsen Global Corporate Sustainability Report, 2015

TENTANG ANALISA PENJUALAN RITEL NIELSEN

Penemuan dari informasi penjualan ritel yang termasuk dalam laporan ini dikumpulkan dari toko-toko menggunakan teknologi point-of-sale elektronik dan atau oleh tim auditor lapangan lokal. Data mewakili 1319 merek di antara 13 kategori (konsumsi dan non-konsumsi) di rata-rata 13 negara* untuk periode 12 bulan yang berakhir pada Desember 2014. Secara rata-rata, merek-merek yang diukur dalam penelitian ini mewakili 73% nilai penjualan di 2014 (dalam dolar Amerika) di masing-masing kategori yang terdapat di negara yang dianalisa (tidak termasuk merek private label). Toko yang ada dalam jaringan ritel Nielsen di seluruh dunia termasuk toko kelontong, toko obat, convenience store dan pengecer diskon yang melalui berbagai bentuk pengaturan kerjasama, berbagi data penjualan mereka dengan Nielsen

TENTANG SURVEI GLOBAL NIELSEN

Nielsen Global Survey of Trust in Advertising dilaksanakan pada 23 Februari – 13 Maret 2015 dan mensurvei lebih dari 30.000 konsumen online di 60 negara di seluruh Asia-Pasifik, Eropa, Amerika Latin, Timur Tengah,

Afrika, dan Amerika Utara. Sampel dipilih berdasarkan usia dan jenis kelamin untuk pengguna internet di tiap-tiap negara yang telah di cek dan pertimbangkan sebagai representatif  dari pengguna internet, dan memiliki margin of error ±0.6%. Survei Nielsen ini berdasarkan perilaku responden hanya melalui akses internet. Tingkat penetrasi Internet bervariasi menurut negara. Nielsen menggunakan standar pelaporan minimal 60 persen penetrasi Internet atau 10 juta populasi online untuk survei inklusi. Survei Global Nielsen, yang termasuk didalamnya indeks Global Consumer Confidence yang telah dilaksanakan sejak tahun 2005.

TENTANG NIELSEN

Nielsen N.V. (NYSE: NLSN) adalah perusahaan global yang menyediakan pemahaman komprehensif pada apa yang konsumen Tonton (Watch) dan Beli (Buy). Segmen Watch menyediakan layanan pengukuran total khalayak  di seluruh perangkat di mana isi video, audio dan pesan dikonsumsi; bagi klien media dan agensi periklanan. Segmen Buy menyediakan pandangan global mengenai pengukuran kinerja industri ritel bagi para produsen dan peritel barang konsumsi. Dengan mengintegrasikan informasi dari segmen Watch dan Buy serta sumber data lainnya, Nielsen memberikan para kliennya pengukuran kelas dunia bagi kedua segmen tersebut serta analisa yang membantu meningkatkan kinerja. Nielsen, sebuah perusahaan S&P 500, beroperasi di lebih dari 100 negara meliputi lebih dari 90 persen populasi dunia. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.nielsen.com