Press Room

NIELSEN: 53% KONSUMEN GLOBAL MERASA TIDAK TENANG BILA JAUH DARI TELEPON GENGGAM

{“order”:3,”name”:”pubdate”,”attributes”:{“hidePublishDate”:”true”,”jcr:mixinTypes”:”[cq:LiveRelationship]”,”sling:resourceType”:”nielsenglobal/components/content/publishdate”},”children”:null}

Pesan untuk Jurnalis dan Editor:

  • Nielsen sangat menyarankan jurnalis dan editor untuk mencantumkan metodologi riset Nielsen dalam berita, bilamana merujuk data Nielsen sebagai sumber informasi.

  • Untuk menghindari ketidak-­‐tepatan dalam menggunakan referensi data Nielsen, silahkan menghubungi  kontak  Nielsen  diatas  untuk  klarifikasi informasi.

  • Nielsen memiliki hak jawab untuk ketidak-­‐tepatan penggunaan data Nielsen dalam pemberitaan.

NIELSEN: 53% KONSUMEN GLOBAL MERASA TIDAK TENANG BILA JAUH DARI TELEPON GENGGAM

Nielsen Mobile Shopping and Banking Payment Report menjelaskan perilaku konsumen mobile di dunia dan bagaimana perangkat mobile mentransformasi ritel, perbankan dan hiburan.

Jakarta, 13 Oktober  2016 –  Dalam dunia yang semakin terhubung dimana berita, belanja ritel, perbankan dan hiburan tersedia selama 24/7 pada berbagai perangkat mobile, rasa takut ketinggalan (Fear Of Missing Out/FOMO) adalah fenomena yang masuk akal.  Menurut   Nielsen Mobile Shopping, Banking and Payment Report yang dirilis kemarin,  53% konsumen global mengatakan bahwa mereka merasa tidak tenang jika berada jauh dari perangkat mobile mereka.   56% menyatakan tidak dapat membayangkan hidup tanpa perangkat mobile, dan 70% menyatakan perangkat mobile membuat hidup mereka menjadi lebih baik. Dua pertiga responden global setuju bahwa interaksi tatap muka saat ini digantikan oleh interaksi melalui elektronik, namun itu mungkin tidak jadi masalah karena hampir setengah (47%) mengatakan bahwa mereka lebih suka berkomunikasi dengan teks daripada berbicara langsung.

Selain telah mentransformasi cara berkomunikasi dan cara untuk tetap terhubung satu sama lain, mobile juga telah merevolusi dunia ritel dan perbankan dengan memasukkan layanan keuangan kepada sekitar 2 juta konsumen yang tidak memiliki rekening bank di seluruh dunia. Pertumbuhan akses pembayaran tanpa uang tunai diperkirakan akan menciptakan tambahan belanja konsumen sebesar USD10Triliun dalam sepuluh tahun mendatang, demikian menurut The Demand Institute, yang dioperasikan bersama oleh Nielsen dan The Conference Board.

Mobile commerce memiliki implikasi yang sangat besar pada keseluruhan ekosistem ritel,” kata Stuart Tagg, Financial Services Leader, Nielsen Eropa. “Perangkat mobile tidak hanya membawa konsumen baru ke ekonomi yang modern dan terhubung, tapi juga memberikan pengalaman yang dapat lebih personal, karena produk dan jasa dapat lebih disesuaikan dengan perilaku, kebutuhan dan preferensi konsumen. Namun untuk mendorong penerimaan dan penggunaan harus dimulai dengan pemahaman yang mendalam mengenai bagaimana konsumen berbelanja dan bertransaksi dalam dunia digital, dan kemudian menggunakan pemahaman itu untuk merancang strategi-strategi seputar kebiasaan dan preferensi mereka.”

Temuan Kunci dari Nielsen Mobile Shopping, Banking and Payment Report:

●   Secara global, perangkat mobile adalah ‘teman belanja’ yang sangat diperlukan untuk membandingkan harga (53%), mencari informasi tentang produk (52%),   membuat keputusan belanja yang lebih baik (42%), membuat perjalanan belanja menjadi lebih cepat atau lebih efisien (41%) dan membeli produk (38%). Di seluruh dunia, 38% responden mengatakan bahwa mereka membeli produk atau jasa menggunakan perangkat mobile dalam enam bulan terakhit, dan 34% mengatakan bahwa mereka telah menggunakan aplikasi mobile untuk melakukan pembelian pada periode yang sama.  Setengah responden di Cina (50%), dan sekitar setengah di India (49%), Korea Selatan (47%) dan Vietnam (46%) mengatakan bahwa mereka membeli produk atau jasa menggunakan perangkat mobile dalam enam bulan terakhir.

●   Secara global, aktifitas perbankan mobile seperti mengakses informasi rekening (47%) dan membayar tagihan (42%) adalah yang lebih umum dilakukan dibandingkan dengan mentransfer uang antar bank (36%). Negara-negara dengan tingkat tertinggi dalam penggunaan perbankan mobile termasuk Cina, Afrika Selatan, Venezuela, India dan Swedia.

●     Di seluruh dunia, hanya sedikit diatas seperempat responden (27%) yang mengatakan bahwa mereka sangat mungkin melakukan transaksi perbankan hanya melalui aplikasi mobile. Transaksi yang dilakukan hanya melalui perangkat mobile paling populer di negara-negara berkembang dengan populasi penduduk tanpa rekening bank (unbanked  population) yang besar, dengan tingkat tertinggi di India (46%), Indonesia (37%), Meksiko (34%) dan Turki (34%).

●   Hanya 28% responden global yang sangat mungkin menggunakan pembayaran melalui perangkat mobile di bar, restoran atau toko ritel, dengan tingkat tertinggi di India (46%) dan Cina (45%).

Untuk mengunduh laporan lengkapnya, kunjungi:  http://www.nielsen.com/us/en/insights/reports.html

 

TENTANG METODOLOGI SURVEI GLOBAL NIELSEN

Nielsen Mobile Shopping, Banking and Payment Survey dilaksanakan pada 1 – 23 Maret 2016 dan mensurvei lebih dari 30.000 konsumen online di 63 negara di seluruh Asia-Pasifik, Eropa, Amerika Latin, Timur Tengah, Afrika, dan Amerika Utara. Survei ini dilaksanakan untuk memahami bagaimana perangkat mobile saat ini mempengaruhi tiga aktifitas yang berbeda namun saling berhubungan: belanja, perbankan dan pembayaran. Nielsen menganalisa jenis-jenis aktifitas belanja, perbankan dan pembayaran melalui mobile yang saat ini banyak dilakukan responden dan kemungkinan mereka untuk melakukannya di masa depan. Kami juga menganalisa faktor-faktor apa saja yang menghalangi penggunaan mobile untuk transaksi perbankan dan pembayaran, dan juga faktor-faktor apa yang mendorong penggunaan yang lebih luas. Sampel adalah pengguna internet yang telah setuju untuk berpartisipasi dalam survei ini dan memiliki kuota berdasarkan umur dan jenis kelamin untuk tiap negara.  Sampel diboboti untuk dapat mewakili konsumen internet tiap negara. Berhubung sampel dalam survei ini berdasarkan kerelaan untuk berpartisipasi, maka perhitungan sampling error secara teoretis tidak dapat diperkirakan. Namun demikian, di tingkat global, probabilita sampel dengan ukuran yang sama akan memiliki margin of error sebesar ±0,6%.  Survei Nielsen ini hanya berdasarkan pada perilaku responden yang memiliki akses internet. Penetrasi internet berbeda di tiap negara. Nielsen menggunakan standar pelaporan minimal 60% pengguna internet atau 10 juta populasi online dalam survei ini.

TENTANG NIELSEN

Nielsen N.V. (NYSE: NLSN) adalah perusahaan global yang menyediakan pemahaman komprehensif pada apa yang konsumen Tonton (Watch) dan Beli (Buy). Segmen Watch menyediakan layanan pengukuran total khalayak  di seluruh perangkat di mana isi video, audio dan pesan dikonsumsi; bagi klien media dan agensi periklanan. Segmen Buy menyediakan pandangan global mengenai pengukuran kinerja industri ritel bagi para produsen dan peritel barang konsumsi. Dengan mengintegrasikan informasi dari segmen Watch dan Buy serta sumber data lainnya, Nielsen memberikan para kliennya pengukuran kelas dunia bagi kedua segmen tersebut serta analisa yang membantu meningkatkan kinerja. Nielsen, sebuah perusahaan S&P 500, beroperasi di lebih dari 100 negara meliputi lebih dari 90 persen populasi dunia. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.nielsen.com