Press Room

INDONESIA KEMBALI JADI SALAH SATU DARI TIGA NEGARA TEROPTIMIS DI DUNIA

{“order”:3,”name”:”pubdate”,”attributes”:{“hidePublishDate”:”true”,”jcr:mixinTypes”:”[cq:LiveRelationship]”,”sling:resourceType”:”nielsenglobal/components/content/publishdate”},”children”:null}

Pesan untuk Jurnalis dan Editor:

• Nielsen sangat menyarankan jurnalis dan editor untuk mencantumkan secara singkat metodologi riset Nielsen dalam berita, bilamana merujuk data Nielsen sebagai sumber informasi.

• Untuk menghindari ketidak-­‐tepatan dalam menggunakan referensi data Nielsen, silahkan menghubungi  kontak  Nielsen  diatas  untuk  klarifikasi informasi.

• Nielsen memiliki hak jawab untuk ketidak-­‐tepatan penggunaan data Nielsen dalam pemberitaan.

INDONESIA KEMBALI JADI SALAH SATU DARI TIGA NEGARA TEROPTIMIS DI DUNIA

Jakarta, 21 Agustus 2017 –  Optimisme konsumen online Indonesia sedikit meningkat dan Indonesia kembali menjadi negara paling optimistis ketiga di dunia. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya Indeks Kepercayaan Konsumen dari 120 poin persentase (pp) di kuartal keempat tahun 2016 lalu menjadi 121 pada kuartal kedua tahun 2017 ini. Demikian menurut temuan Global Survey of Consumer Confidence and Spending Intentions Q2 2017

Tingkat Keyakinan Konsumen secara garis besar menunjukkan tren yang terus meningkat secara global seiring dengan terus naiknya optimism di banyak negara. Dari 63 negara yang dsurvei Nielsen, 10 negara teroptimis secara berurutan adalah Filipina (130), India (128), Indonesia (121), Amerika Serikat (118), Vietnam (117), Denmark (115), China (112), Uni Emirat Arab (110), Turki (107) dan Thailand (107).

Tingkat Keyakinan Konsumen ini dipengaruhi oleh tiga indikator, yaitu Persepsi Konsumen akan: (1)Prospek Lapangan Kerja, (2)Kondisi Keuangan Pribadi dan (3) Keinginan Berbelanja, semuanya dalam 12 bulan ke depan. Untuk Indonesia, indeks Persepsi  Konsumen akan Kondisi Keuangan Pribadi adalah 79 (menurun 2 pp dibandingkan dengan kuartal keempat tahun lalu.). Indeks Persepsi Konsumen akan Keinginan Berbelanja juga turun dari 59 di kuartal keempat 2016 menjadi 57 di kuartal kedua 2017 ini. Sementara itu, indeks Persepsi Konsumen akan Prospek Lapangan Kerja yang stabil di skor 68 sejak kuartal keempat 2016.

Persepsi konsumen Indonesia akan keadaan resesi ekonomi juga mengalami pemulihan. Di kuartal kedua tahun 2017 ini, konsumen Indonesia yang berpendapat bahwa negara tidak sedang dalam keadaan resesi ekonomi adalah sebesar 48 persen, meningkat dibandingkan dengan kuartal keempat 2016 (46%).

Keadaan Ekonomi, Toleransi Antar Umat Beragama, dan Stabilitas Politik ada di urutan tiga teratas kekhawatiran utama konsumen Indonesia pada kuartal kedua tahun ini. Persentase konsumen yang mengkhawatirkan Keadaan Ekonomi meningkat pada kuartal ini menjadi 30 persen dari 26 persen di kuartal keempat 2016 lalu. Meski berada di urutan kedua, kekhawatiran akan Toleransi Antar Umat Beragama menurun, dengan 22 persen dibandingkan dengan 25 persen di kuartal sebelumnya. Kekhawatiran konsumen akan Stabilitas Politik juga menurun cukup signifikan dari 25 persen di kuartal keempat tahun lalu menjadi 20 persen pada kuartal kedua tahun ini.

Sementara itu pada kuartal ini, Kekhawatiran akan Ancaman Terorisme justru meningkat menjadi 18 persen dari 13 persen pada kuartal keempat 2016. Kekhawatiran akan Kesejahteraan dan Kebahagiaan Orang Tua muncul pada kuartal ini yang dinyatakan oleh para konsumen Indonesia sebesar 15 persen.

Terkait penghematan biaya rumah tangga pada kuartal ini, 45% konsumen online Indonesia memilih Mengurangi Hiburan di Luar Rumah.  44 persen konsumen mengatakan mereka Mengurangi Berbelanja Baju Baru, dan 40 persen Mengurangi Biaya untuk Berlibur.

Tentang Survei Global Nielsen

Nielsen Global Survey of Consumer Confidence and Spending Intentions dilaksanakan pada 20 Mei  – 10 Juni 2017 dan mensurvei lebih dari 30.000 konsumen online di 63 negara. Meskipun metode survei online dapat menjangkau skala yang besar secara global, survei ini hanya memberikan perspektif dari kebiasaan pengguna internet, bukan populasi total.   Di negara-negara berkembang dimana penetrasi online masih bertumbuh, populasi pengguna internet sangat mungkin berusia lebih muda dan berasal dari kelas sosial yang lebih tinggi dibandingkan dengan populasi umum di negara tersebut. Tiga negara Sub-Sahara Afrika (Ghana, Kenya dan Nigeria) menggunakan metodologi survei melalui perangkat mobile dan tidak diikutsertakan dalam data pada laporan ini. Sebagai tambahan, hasil survei ini adalah berdasarkan perilaku yang diklaim oleh responden, bukan data yang diukur secara aktual. Perbedaan budaya dapat mempengaruhi hasil pengukuran mengenai pandangan responden terhadap keadaan ekonomi di masing-masing negara. Hasil yang dilaporkan tidak ditujukan untuk mengontrol atau mengkoreksi perbedaan-perbedaan tersebut, karena itu butuh perhatian khusus pada saat membuat perbandingan antar negara dan wilayah, khususnya pada saat melewati batas-batas wilayah regional. Nielsen Global Survey of Consumer Confidence and Spending Intentions telah diselenggarakan sejak tahun 2005.

Tentang Nielsen

Nielsen N.V. (NYSE: NLSN) adalah perusahaan global yang menyediakan pemahaman komprehensif pada apa yang konsumen Tonton (Watch) dan Beli (Buy). Segmen Watch menyediakan layanan pengukuran total khalayak  di seluruh perangkat di mana isi video, audio dan pesan dikonsumsi; bagi klien media dan agensi periklanan. Segmen Buy menyediakan pandangan global mengenai pengukuran kinerja industri ritel bagi para produsen dan peritel barang konsumsi. Dengan mengintegrasikan informasi dari segmen Watch dan Buy serta sumber data lainnya, Nielsen memberikan para kliennya pengukuran kelas dunia bagi kedua segmen tersebut serta analisa yang membantu meningkatkan kinerja. Nielsen, sebuah perusahaan S&P 500, beroperasi di lebih dari 100 negara meliputi lebih dari 90 persen populasi dunia. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.nielsen.com