Press Room

LAPORAN TERBARU MENYATAKAN TITIK UTAMA PERTUMBUHAN DI ASEAN SAMPAI 2030 – TERNYATA BUKAN DI KOTA-KOTA BESAR

{“order”:3,”name”:”pubdate”,”attributes”:{“hidePublishDate”:”true”,”jcr:mixinTypes”:”[cq:LiveRelationship]”,”sling:resourceType”:”nielsenglobal/components/content/publishdate”},”children”:null}

Pesan untuk Jurnalis dan Editor:

• Nielsen sangat menyarankan jurnalis dan editor untuk mencantumkan secara singkat metodologi riset Nielsen dalam berita, bilamana merujuk data Nielsen sebagai sumber informasi.

• Untuk menghindari ketidak-­‐tepatan dalam menggunakan referensi data Nielsen, silahkan menghubungi  kontak  Nielsen  diatas  untuk  klarifikasi informasi.

• Nielsen memiliki hak jawab untuk ketidak-­‐tepatan penggunaan data Nielsen dalam pemberitaan.

LAPORAN TERBARU MENYATAKAN TITIK UTAMA PERTUMBUHAN DI ASEAN SAMPAI 2030 – TERNYATA BUKAN DI KOTA-KOTA BESAR

SINGAPORE, 6 JULI 2017 –  Wilayah kelas menengah di ASEAN dengan populasi antara 500.000 sampai lima juta adalah wilayah dengan pertaruhan besar berikutnya untuk meningkatkan pertumbuhan, menurut laporan terbaru perusahaan manajemen kinerja Nielsen dan firma strategi AlphaBeta, yang secara umum berpendapat bahwa kota-kota besar seperti Jakarta, Manila, dan Bangkok adalah satu-satunya mesin pertumbuhan di kawasan ini.

Laporan Nielsen / AlphaBeta, “Rethinking ASEAN”, menghilangkan mitos umum tentang dinamika konsumen dan pasar di kawasan ini untuk mengungkapkan pandangan sesungguhnya konsumen ASEAN (lihat Bagan 1), dan memperkirakan saat terbaik untuk pertumbuhan hingga tahun 2030. Analisis tersebut melihat lebih dalam pada permintaan konsumen  saat ini dan potensial konsumen di masa yang akan datang di lebih dari 700 kota dan wilayah dari tujuh negara ekonomi ASEAN yang terbesar dan mencakup 10 kategori produk paling populer: coklat, mie instan, minuman ringan berkarbonasi, bir, rokok, sampo, deterjen, popok bayi, pelembab  wajah, dan vitamin.

“Sementara ASEAN telah menikmati pengakuan ekonomi dalam beberapa tahun terakhir, bisnis cenderung memandangnya sebagai satu kesatuan dan sedikit yang diketahui tentang banyak kota dan wilayah yang membentuk satu kesatuan ASEAN. Keragaman 625 juta orang mewakili banyak etnis, bahasa, dan agama. Hal ini menjadi penting bagi perusahaan untuk mengambil pendekatan mendalam untuk memahami peluang pasar di ASEAN,” kata Patrick Dodd, Growth Market Group President Nielsen. “Sudah saatnya perusahaan melihat melampaui kota-kota besar untuk melihat titik terbaik peluang pertumbuhan di daerah kelas menengah”

Laporan Nielsen / AlphaBeta mengidentifikasi tiga tipe kota di ASEAN – kota besar, dengan populasi lebih dari lima juta, kota tipe menengah besar atau kota dengan populasi lebih dari satu juta dan kurang dari lima juta, dan kota tipe menengah kecil atau kota dengan jumlah penduduk antara 500.000 sampai satu juta.

Laporan tersebut disediakan oleh ASEAN Consumer Demand Forecaster, sebuah alat yang dapat memperkirakan 10 kategori produk unggulan hingga tahun 2030. Ini memberikan gambaran di lebih dari 700 wilayah dan provinsi sehingga perusahaan dapat memiliki perspektif pasar yang terperinci.

Dalam mengkaji daerah dan provinsi di ASEAN, laporan tersebut selanjutnya mengungkapkan bahwa di satu negara, terdapat daerah dengan tingkat pertumbuhan tahunan sebesar dua digit, dan daerah lain yang tidak memiliki pertumbuhan sama sekali. Sebagai contoh, di Thailand, permintaan pada tingkat negara bertumbuh berada tingkat yang relatif rendah 1,2% per tahun sejak tahun 2010, tetapi, Chiang Mai (dengan lebih dari 500.000 penduduk) tumbuh tujuh kali lipat.

“Saat menargetkan pasar konsumen, melihat data tingkat negara tidak akan membuka lebih detail tentang konsumen lebih dalam lagi,” kata Dodd. “Sementara analisis tingkat negara memberikan pandangan menyeluruh tentang gambaran pasar, namun tidak menunjukkan pertumbuhan permintaan antar wilayah di dalam suatu negara, yang dapat berbeda secara substansial.”

Apa yang mendorong pertumbuhan di daerah kelas menengah?

Enam pendorong utama pertumbuhan di wilayah kelas menengah yang disorot dalam laporan tersebut meliputi: Perdagangan dan logistik lintas batas, adanya clusters ekonomi dan outsourcing proses bisnis, pertumbuhan daerah pinggiran kota, sumber daya alam, pariwisata yang semakin aktif, dan konsumen yang berkembang.

“Munculnya area-area konsumsi baru di ASEAN adalah hasil kombinasi beberapa penggerak pertumbuhan,” Dodd menjelaskan. “Perusahaan perlu mengkaji perangkat yang mendorong pertumbuhan di daerah kelas menengah untuk memahami pertumbuhan masa lalu serta menilai kelanjutan arah pertumbuhaan tersebut”

Dodd melanjutkan: “Untuk kawasan ASEAN, satu strategi tidak sesuai untuk semua. Untuk memasuki pasar ini, perusahaan harus fokus pada inovasi produk dan strategi distribusi yang sesuai dengan gaya hidup, kebutuhan dan tantangan konsumen di area tertentu. “

Dodd merekomendasikan tiga langkah utama bagi perusahaan yang ingin memanfaatkan kawasan kelas menengah ASEAN:

1. Sebelum memasuki pasar, perusahaan harus mempertimbangkan bahwa “titik mula” sangat bervariasi di antara kategori produk, dan juga di mana dan kapan dalam negara tersebut. Perusahaan harus mengembangkan aktivasi kategori secara mikro.

2. Gambaran ASEAN yang kompleks memerlukan pendekatan terperinci untuk memahami peluang pasar di wilayah ini. Perusahaan harus membangun strategi yang menargetkan segmen konsumen dan wilayah tertentu. Pendekatan ini akan membantu perusahaan untuk memprioritaskan sumber dayanya, baik itu belanja pemasaran atau penekanan strategi.

3. Dengan keragaman wilayah di ASEAN dan jalur distribusi bisnis yang terfragmentasi, perusahaan harus melihat ke dalam struktur distribusi di dalam negara sehingga mereka dapat mengelola hubungan dengan lebih baik dan mengidentifikasi tempat terbaik untuk menumbuhkan hubungan dengan distributor.

BAGAN 1: Gambaran Konsumen ASEAN  

 

Sumber: Rethinking ASEAN Report, Juni 2017, Nielsen

Tentang AlphaBeta

AlphaBeta adalah konsultan strategi bisnis yang melayani klien di seluruh Australia dan Asia dengan kantor yang berlokasi  di Singapura dan Sydney. Tim konsultannya adalah pakar strategi dan ekonomi yang bermitra dengan klien dari sektor swasta, publik, dan bukan nirlaba untuk mengidentifikasi kekuatan yang membentuk pasar mereka dan mengembangkan rencana praktis untuk menciptakan kemakmuran dan kesejahteraan. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.alphabeta.com.

Tentang Nielsen

Nielsen N.V. (NYSE: NLSN) adalah perusahaan global yang menyediakan pemahaman komprehensif pada apa yang konsumen Tonton (Watch) dan Beli (Buy). Segmen Watch menyediakan layanan pengukuran total khalayak  di seluruh perangkat di mana isi video, audio dan pesan dikonsumsi; bagi klien media dan agensi periklanan. Segmen Buy menyediakan pandangan global mengenai pengukuran kinerja industri ritel bagi para produsen dan peritel barang konsumsi. Dengan mengintegrasikan informasi dari segmen Watch dan Buy serta sumber data lainnya, Nielsen memberikan para kliennya pengukuran kelas dunia bagi kedua segmen tersebut serta analisa yang membantu meningkatkan kinerja. Nielsen, sebuah perusahaan S&P 500, beroperasi di lebih dari 100 negara meliputi lebih dari 90 persen populasi dunia. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.nielsen.com.