Press Room

INDONESIA MASIH TERMASUK NEGARA TEROPTIMISTIS DI KUARTAL KEEMPAT 2017

{“order”:3,”name”:”pubdate”,”attributes”:{“hidePublishDate”:”true”,”jcr:mixinTypes”:”[cq:LiveRelationship]”,”sling:resourceType”:”nielsenglobal/components/content/publishdate”},”children”:null}

Pesan untuk Jurnalis dan Editor:

• Nielsen sangat menyarankan jurnalis dan editor untuk mencantumkan secara singkat metodologi riset Nielsen dalam berita, bilamana merujuk data Nielsen sebagai sumber informasi.

• Untuk menghindari ketidak-­‐tepatan dalam menggunakan referensi data Nielsen, silahkan menghubungi  kontak  Nielsen  diatas  untuk  klarifikasi informasi.

• Nielsen memiliki hak jawab untuk ketidak-­‐tepatan penggunaan data Nielsen dalam pemberitaan.

INDONESIA MASIH TERMASUK NEGARA TEROPTIMISTIS

 DI KUARTAL KEEMPAT 2017

●     Keinginan Berbelanja Konsumen Indonesia Meningkat

●     Kekhawatiran akan Kondisi Politik Tidak Berubah

Jakarta, 11 April 2018The Conference Board® GlobalConsumer Confidence™ Survey, in collaboration with Nielsen, baru-baru ini merilis hasil studinya yang menunjukkan bahwa Indonesia masih termasuk di dalam negara yang paling optimistis di dunia.

Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia di kuartal keempat 2017 adalah 125, sedikit menurun dibandingkan dengan kuartal sebelumnya yang 127. Meskipun sedikit turun, Indonesia masih berada dalam urutan tiga teratas negara teroptimis di dunia setelah Filipina (131) dan India (130).

IKK dipengaruhi oleh tiga indikator, yaitu optimisme mengenai (1) Prospek Lapangan Kerja Lokal, (2) Keadaan Keuangan Pribadi, dan (3) Keinginan untuk Berbelanja; dalam 12 bulan ke depan. Untuk Indonesia, optimisme akan Prospek Lapangan Kerja Lokal turun dari 75% di kuartal ketiga 2017 menjadi 70% di kuartal keempat 2017. Sementara itu, optimisme akan  Keadaan Keuangan Pribadi stabil di 68% pada dua kuartal terakhir tahun lalu. Kabar baiknya adalah, di kuartal keempat 2017, 6 dari 10 (60%) konsumen mengatakan bahwa waktu 12 bulan ke depan adalah waktu yang baik untuk mereka berbelanja hal-hal yang mereka inginkan dan butuhkan. Indikator terakhir ini meningkat dari 56% di kuartal ketiga 2017.

“Kuartal empat tahun lalu memperlihatkan bahwa ada lebih banyak konsumen yang memiliki keinginan untuk berbelanja dalam 12 bulan ke depan. Ini merupakan indikator peluang bagi para pemilik merek, karena itu sangat penting untuk meningkatkan kedekatan dengan konsumen mereka.” ujar Agus Nurudin, Managing Director, Nielsen Indonesia.

Di sisi lain, IKK kuartal empat 2017 juga memperlihatkan peningkatan yang cukup signifikan dalam pandangan konsumen mengenai resesi ekonomi. Pada kuartal empat tahun lalu, lebih dari 5 dari 10 (53%) konsumen berpendapat bahwa Indonesia sedang mengalami resesi ekonomi; sementara di kuartal ketiga 2017 hanya 47% konsumen yang berpendapat bahwa negara sedang berada dalam resesi ekonomi.

Persepsi konsumen mengenai keadaan resesi ekonomi memperlihatkan tren yang menggembirakan di tiga kuartal sebelum kuartal keempat 2017; dimana secara berturut-turut 46%, 48% dan 53% konsumen mengatakan bahwa Indonesia tidak sedang dalam kondisi resesi ekonomi. Sayangnya, tren ini menurun di kuartal keempat 2017 dimana hanya ada 47% konsumen yang mengatakan bahwa negara tidak sedang dalam kondisi resesi ekonomi. Hal ini perlu menjadi perhatian, dan pemerintah perlu menemukan cara untuk mengembalikan positivitas konsumen.” papar Agus.

Menabung dan berinvestasi masih selalu jadi pilihan utama konsumen untuk menggunakan dana cadangan. Di kuartal keempat 2017, 67% konsumen memilih untuk mengalokasikan dana cadangan mereka untuk Menabung, 44 persen memilih untuk menggunakannya untuk Berlibur, dan 33 persen memilih untuk Berinvestasi di Saham atau Reksadana. Terkait strategi menghemat pengeluaran rumah tangga, sebagian besar konsumen (49%) memilih untuk Mengurangi Belanja Baju Baru. Mengurangi Biaya Hiburan di Luar Rumah (46%), Menunda Upgrade Teknologi Baru (43%), Mengurangi Biaya Berlibur (40%) dan Mengurangi Pembelian Makanan Siap Antar di Luar Rumah (35%) juga menjadi strategi konsumen untuk menghemat pengeluaran rumah tangga.

Pada kuartal keempat tahun 2017 ini, kekhawatiran masyarakat Indonesia akan Keadaan Ekonomi meningkat menjadi 32 persen dibandingkan kuartal sebelumnya (30%). Kekhawatiran akan Toleransi Antar Umat Beragama telah masuk dalam urutan 5 teratas kekhawatiran utama konsumen Indonesia dalam setahun terakhir, namun jumlahnya menurun di kuartal ini (16%) dari kuartal sebelumnya (18%).

*****

Tentang Conference Board Global Consumer Confidence Index Nielsen

The Conference Board® Global Consumer Confidence Survey adalah survei Keyakinan Konsumen Global yang dilakukan Conference Board® bekerja sama dengan Nielsen. Survei ini dilakasanakan pada periode 8 November hingga 23 November 2017 dan mensurvei lebih dari 32.000 konsumen online di 64 negara di seluruh Asia-Pasifik, Eropa, Amerika Latin, Tengah Timur / Afrika dan Amerika Utara. Sampel termasuk pengguna internet yang setuju untuk berpartisipasi dalam survei ini dan memiliki kuota berdasarkan usia dan jenis kelamin untuk setiap negara. Ini menjadi pertimbangan untuk menjadi perwakilan konsumen internet berdasarkan masing-masing negara. Karena sampel didasarkan pada mereka yang setuju untuk berpartisipasi, tidak menutup kemungkinan akan ada perkiraan kesalahah pada sampling teoritis yanag dapat dihitung. Namun, sampel probabilitas ukuran setara memiliki margin kesalahan ± 0,6% di tingkat global. Survei ini hanya berdasarkan pada perilaku responden dengan akses online. Tingkat penetrasi internet bervariasi menurut negara. The Conference Board menggunakan standar pelaporan minimum 60% penetrasi internet atau populasi online 10 juta untuk disertakan dalam survei. The Nielsen China Consumer Confidence Index adalah bersumber dari survei terpisah yang dilakukan oleh Nielsen China, yang didasarkan pada survei metodologi campuran lebih dari 3.000 responden di China. Survei Kepercayaan Konsumen Global dibuat pada tahun 2005.

Tentang The Conference Board

The Conference Board adalah anggota bisnis global yang independen dan asosiasi penelitian yang bekerja pada keterkaitan publik. Memiliki misi yang unik: untuk memberikan perusahaan atau organisasi yang terdepan di dunia dengan pengetahuan praktis yang mereka butuhkan guna meningkatkan kinerja mereka dan melayani masyarakat dengan lebih baik. Pemenang Penghargaan Akurasi Ekonomi Prakiraan 2016 (A.S.), The Conference Board adalah perusahaan non-advokasi, perusahaan entitas bukan-untuk-laba, memegang 501 (c) (3) status bebas pajak di Amerika Serikat. Kunjungi http://www.conferenceboard.org

Tentang Nielsen

Nielsen Holdings plc (NYSE: NLSN) adalah perusahaan riset pengukuran dan analisis data global yang memberikan gambaran paling lengkap dan terpercaya yang tersedia bagi konsumen dan pasar di seluruh dunia. Pendekatan kami menyatukan data milik Nielsen dengan sumber data lain untuk membantu klien di seluruh dunia memahami apa yang terjadi sekarang, apa yang terjadi selanjutnya, dan cara terbaik untuk merespon berdasarkan pengetahuan ini. Selama lebih dari 90 tahun, Nielsen telah menyediakan data dan analisis berdasarkan pengetahuan ilmiah yang terpercaya dan inovasi, serta secara berkelanjutan terus mengembangkan cara baru untuk menjawab pertanyaan paling penting yang dihadapi industry barang konsumsi, media, periklanan, ritel, dan industri barang cepat habis. Nielsen, sebuah perusahaan S&P 500, beroperasi di lebih dari 100 negara meliputi lebih dari 90 persen populasi dunia. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.nielsen.com