Press Room

Penjualan FMCG Online Tumbuh 4X Lebih Cepat dari Offline; Sektor E-Commerce FMCG Global Akan Mencapai USD 400 Miliar Pada 2022

{“order”:3,”name”:”pubdate”,”attributes”:{“hidePublishDate”:”true”,”jcr:mixinTypes”:”[cq:LiveRelationship]”,”sling:resourceType”:”nielsenglobal/components/content/publishdate”},”children”:null}

Media contact: Mila Lubis, Tel: +62 855 108 2304, Email: miladinne.lubis@nielsen.com

Wilayah Asia Menjadi Penyumbang Terbesar Aktivitas Online untuk Penjualan FMCG Global

35 Persen Konsumen Indonesia Bersedia Menggunakan Layanan Pemesanan dan Pengantaran Online

Jakarta, 24 September, 2018 – Penjualan online global produk FMCG tumbuh empat kali lebih cepat daripada penjualan offline, dan wilayah menjadi penentu laju pertumbuhan penjualan FMCG online pada tahun-tahun mendatang, menurut laporan terbaru dari Nielsen, perusahaan pengukuran global.

The Nielsen Future Opportunities in FMCG E-commerce Report, yang mengkaji pendorong pertumbuhan FMCG e-commerce di 34 negara, menyoroti kecepatan yang luar biasa dimana e-commerce FMCG akan bertumbuh dalam tahun-tahun mendatang (18,4% CAGR setiap tahun) dan memperkirakan total penjualan global akan mencapai hingga US$400 miliar pada tahun 2022. Kawasan Asia Pasifik diharapkan memberikan beberapa peluang pertumbuhan terbesar untuk FMCG online dalam lima tahun ke depan, dimana 43% konsumen di kawasan itu sudah menggunakan platform e-commerce untuk pengiriman produk ke rumah, dan 15% lagi menunjukkan bahwa konektivitas internet yang lebih baik akan meningkatkan kecenderungan mereka untuk berbelanja online. Korea Selatan memimpin dalam e-commerce global, dengan hampir seperlima (18%) dari semua FMCG dijual melalui online, diikuti oleh China (16% dari FMCG dijual online). Taiwan, Jepang, dan Australia juga menempati peringkat lima besar untuk pangsa pasar FMCG online (masing-masing 5,6%, 5%, dan 3%). Pasar Asia Pasifik lainnya yang tercakup dalam laporan ini termasuk India, Singapura, Malaysia, Indonesia, Thailand dan Selandia Baru.

Laporan Nielsen mengidentifikasi beberapa faktor pendorong utama pertumbuhan e-commerce FMCG di masa depan, di antaranya:

●     Pendorong Pertumbuhan Dasar: ukuran pasar (market size), penetrasi rekening bank, penetrasi internet, penetrasi smartphone

●     Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Makro: kemudahan melakukan bisnis, kepadatan penduduk, keandalan pos pengiriman

●     Pendorong Pertumbuhan Sosial: rasa percaya, budaya menabung

●     Pendorong Pertumbuhan Suplai: kematangan para pemain e-commerce FMCG

Munculnya para pemain e-commerce baru menciptakan lanskap ritel yang semakin kompetitif di Asia Pasifik. Infrastruktur berkualitas tinggi dan inovasi teknologi mendukung adopsi e-commerce lebih lanjut untuk konsumen di Jepang (24%) yang membeli FMCG secara online untuk pengiriman ke rumah. Nielsen memperkirakan bahwa pangsa pasar e-commerce Jepang  pada 2017 dari total penjualan FMCG (5%) akan meningkat menjadi 7,9% (USD 36 miliar) pada 2022.

Saat ini, aktifitas online mencakup 6-7 persen dari penjualan FMCG di seluruh dunia. Di Indonesia aktifitas online ini sampai dengan tahun 2017 telah menyumbangkan 1 persen dari penjualan produk  FMCG secara global. 39 persen konsumen Indonesia menyatakan bahwa koneksi internet yang seringkali tidak stabil dan terbatas menjadi salah satu kendala melakukan pembelian. Namun hal ini tidak lantas menyurutkan keinginan mereka untuk melakukan pemesanan online.  36 persen konsumen Indonesia menyatakan telah menggunakan layanan pemesanan barang online untuk jasa pengantaran ke rumah, dan 35 persen juga menyatakan masih tetap bersedia menggunakan pemesanan online untuk jasa pengantaran ke rumah.

Wilayah Taiwan memiliki teknologi dan akses internet yang kuat bagi konsumen, serta kemiripan geografis dengan Cina Daratan dan Korea Selatan, negara yang memimpin dalam e-commerce FMCG. Nielsen memperkirakan bahwa pangsa pasar e-commerce tahun 2017 dari total penjualan FMCG (5,6%) akan meningkat menjadi 8,1% (USD 878 juta) pada 2022.

Sementara itu, di negara lain di sekitar kawasan Asia Pasifik, pembeli Australia (38%) sudah menggunakan e-commerce untuk membeli obat-obatan OTC dan produk perawatan kesehatan. Nielsen memperkirakan bahwa pangsa e-commerce Australia 2017 dari total penjualan FMCG (3%) akan meningkat menjadi 4,8% (USD3,5 miliar) pada 2022.

“Banyak konsumen di seluruh Asia Pasifik telah merasakan pengalaman berbelanja belanja online dalam beberapa bentuk, baik itu untuk perjalanan, pakaian, elektronik, atau kategori serupa lainnya,” kata Ji Hyuk Park, Nielsen’s Developed Markets Digital Retail Lead. “Negara-negara yang sedang berkembang di wilayah ini sangat menjanjikan untuk pertumbuhan e-commerce FMCG yang cepat dalam tahun-tahun ke depan seiring dengan melompatnya konsumen dari perdagangan tradisional ke pasar online, membuat kebutuhan akan apa yang ditawarkan oleh omni-channel menjadi lebih penting dari sebelumnya bagi para peritel FMCG.”

Melihat situasi ini, penting bagi para produsen FMCG dan peritel (offline, online, omnichannel) untuk mengutamakan nilai Trust (Kepercayaan) agar memberikan dampak bagi konsumen dan bertahan dalam persaingan industri ini. Produsen FMCG perlu memastikan bahwa produk-produk yang dijual pada portal online adalah produk-produk yang otentik dan berkualitas baik. Sementara itu peritel diharapkan dapat memfasilitasi transaksi pembayaran yang aman dan informasi pribadi yang rahasia serta layanan pengembalian barang yang mudah tanpa membuat stres konsumen, mengirimkan produk segar dengan kualitas baik, dan layanan pelanggan yang membantu konsumen.

***

Pesan untuk Jurnalis dan Editor:

Nielsen sangat menyarankan jurnalis dan editor untuk mencantumkan secara singkat metodologi riset Nielsen dalam berita, bilamana merujuk data Nielsen sebagai sumber informasi.

Untuk menghindari ketidak­‐tepatan dalam menggunakan referensi data Nielsen, silahkan menghubungi  kontak  Nielsen  diatas  untuk  klarifikasi informasi.

Nielsen memiliki hak jawab untuk ketidak­‐tepatan penggunaan data Nielsen dalam pemberitaan.

TENTANG THE NIELSEN FUTURE OPPORTUNITY IN FMCG E-COMMERCE REPORT

The Nielsen Future Opportunities in FMCG E-commerce report menyajikan lanskap perubahan e-commerce FMCG di 34 negara, dipengaruhi oleh beberapa faktor pendorong yaitu Pertumbuhan Fondasional, Ekonomi Makro, sosial dan Suplai. Penetrasi smartphone, akses internet, online banking, infrastruktur pengiriman dan kebutuhan akan kenyamanan telah mendorong konsumen untuk membeli FMCG online di banyak negara. Laporan ini memperkirakan persentase pangsa saluran e-commerce dan ukuran pasar FMCG online dibandingkan dengan penjualan offline untuk 34 negara, pada tahun 2022. Ini memberikan wawasan kepada produsen dan pengecer untuk mengejar strategi e-commerce FMCG yang akan membantu mempertahankan dan memaksimalkan pertumbuhan peluangnya di tahun-tahun mendatang.

Tentang Nielsen

Nielsen Holdings plc (NYSE: NLSN) adalah perusahaan riset pengukuran dan analisis data global yang memberikan gambaran paling lengkap dan terpercaya yang tersedia bagi konsumen dan pasar di seluruh dunia. Pendekatan kami menyatukan data milik Nielsen dengan sumber data lain untuk membantu klien di seluruh dunia memahami apa yang terjadi sekarang, apa yang terjadi selanjutnya, dan cara terbaik untuk merespon berdasarkan pengetahuan ini. Selama lebih dari 90 tahun, Nielsen telah menyediakan data dan analisis berdasarkan pengetahuan ilmiah yang terpercaya dan inovasi, serta secara berkelanjutan terus mengembangkan cara baru untuk menjawab pertanyaan paling penting yang dihadapi industry barang konsumsi, media, periklanan, ritel, dan industri barang cepat habis.

Nielsen, sebuah perusahaan S&P 500, beroperasi di lebih dari 100 negara meliputi lebih dari 90 persen populasi dunia. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.nielsen.com

Read in English Version

# # #