Press Room

Konsumen Indonesia Masih Optimistis

{“order”:3,”name”:”pubdate”,”attributes”:{“hidePublishDate”:”true”,”jcr:mixinTypes”:”[cq:LiveRelationship]”,”sling:resourceType”:”nielsenglobal/components/content/publishdate”},”children”:null}

Media contact: Mila Lubis, Tel: +62 855 108 2304, Email: miladinne.lubis@nielsen.com

Lebih banyak konsumen online berpendapat bahwa negara tidak berada dalam keadaan resesi ekonomi.

Jakarta, 3 Juni 2019  – The Conference Board® GlobalConsumer Confidence™ Survey, in collaboration with Nielsen, baru-baru ini merilis hasil studinya yang menunjukkan bahwa meskipun sedikit menurun dibandingkan dengan kuartal empat 2018, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia relatif stabil di angka 125 pada kuartal pertama 2019. Angka ini menempatkan Indonesia di urutan keempat negara teroptimistis di dunia.

IKK dipengaruhi oleh tiga indikator, yaitu optimisme konsumen mengenai (1) Prospek Lapangan Kerja Lokal, (2) Keadaan Keuangan Pribadi, dan (3) Keinginan untuk Berbelanja; semua dalam 12 bulan ke depan. Untuk Indonesia, dua indikator mengalami peningkatan pada kuartal ini. Optimisme akan Prospek Lapangan Kerja Lokal meningkat dari 68% di kuartal keempat 2018 menjadi 72% di kuartal pertama 2019. 83% konsumen memiliki persepsi positif mengenai Kondisi Keuangan Pribadi mereka, meningkat dari 79% di kuartal sebelumnya. Sementara itu di kuartal pertama 2019 ini hanya lebih dari setengah (56%) konsumen yang menyatakan bahwa waktu 12 bulan ke depan adalah Waktu yang Baik untuk Berbelanja Barang-barang yang Mereka Inginkan dan Butuhkan. Indikator terakhir ini menurun dari 63% di kuartal keempat 2018.

Secara global, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) stabil dengan hanya mengalami satu poin penurunan dari 107 pada kuartal keempat 2018 menjadi 106 pada kuartal pertama 2019. Konsumen cenderung mempertahankan belanja, namun lebih hati-hati di tengah kondisi ekonomi global yang melambat. Menurut The Conference Board® Global Consumer Confidence™ Survey, in collaboration with Nielsen, 10 negara teroptimistis pada kuartal pertama 2019 adalah Filipina (133), India (132), Vietnam (129), Indonesia (125), Denmark (119), Malaysia (115), China (115), Uni Emirat Arab (113), Arab Saudi (112), Thailand (111).

Sentimen positif konsumen Indonesia akan stabilitas ekonomi membaik secara signifikan, dimana pada kuartal pertama tahun ini hanya 51% konsumen online Indonesia yang berpendapat bahwa negara sedang berada dalam keadaan resesi ekonomi. Sebelumnya di kuartal empat 2018 terdapat 57% konsumen yang berpendapat bahwa negara sedang mengalami resesi ekonomi, dan 61% di kuartal tiga 2018.

Menabung dan berinvestasi masih menjadi pilihan utama konsumen dalam mengalokasikan sisa dana mereka setelah memenuhi kebutuhan hidup yang utama. Di kuartal pertama 2019, 66% konsumen memilih untuk mengalokasikan dana cadangan mereka untuk Menabung, 47 persen memilih untuk menggunakannya untuk Berlibur, dan 44 persen memilih untuk Berinvestasi di Saham atau Reksadana.

Terkait penghematan pengeluaran rumah tangga, 43 persen konsumen memilih untuk mengurangi belanja baju baru serta menunda mengganti perangkat teknologi baru seperti PC, mobile dan lainnya. Sementara itu 41 persen memilih mengurangi hiburan di luar rumah.

Di kuartal pertama tahun ini, 34% konsumen menyatakan kekhawatiran mereka akan akan Stabilitas Politik, meningkat jauh dari 24 persen pada kuartal empat 2019. . Kekhawatiran akan Keadaan Ekonomi menjadi kekhawatiran terbesar berikutnya bagi 31% konsumen Indonesia.

“Meningkatnya kekhawatiran konsumen akan stabilitas politik di kuartal pertama tahun ini sepertinya juga mempengaruhi keinginan konsumen untuk berbelanja.”ujar Agus Nurudin, Managing Director Nielsen Indonesia. “Menjelang Pemilu, konsumen mengantisipasi situasi salah satunya dengan lebih berhati-hati dalam membelanjakan uang mereka.”

Sementara itu, 17 persen konsumen Indonesia menyatakan kekhawatiran akan Toleransi Antar Umat Beragama, 16% merasa khawatir mengenai Keseimbangan Antara Pekerjaan dan Kehidupan (16%); dan 12% merasa khawatir mengenai Kriminalitas (12%) yang baru muncul pada kuartal awal 2019 ini.

Read in English

*****

Pesan untuk Jurnalis dan Editor:

●    Nielsen sangat menyarankan jurnalis dan editor untuk mencantumkan secara singkat metodologi riset Nielsen dalam berita, bilamana merujuk data Nielsen sebagai sumber informasi.

●    Untuk menghindari ketidak­‐tepatan dalam menggunakan referensi data Nielsen, silahkan menghubungi  kontak  Nielsen  diatas  untuk  klarifikasi informasi.

●    Nielsen memiliki hak jawab untuk ketidak­‐tepatan penggunaan data Nielsen dalam pemberitaan.

TENTANG CONFERENCE BOARD® GLOBAL CONSUMER CONFIDENCE SURVEY

The Conference Board® Global Consumer Confidence Survey adalah survei Keyakinan Konsumen Global yang dilakukan Conference Board® bekerja sama dengan Nielsen. Survei ini dilaksanakan pada Januari 2019 dan mensurvei lebih dari 32.000 konsumen online di 64 negara di seluruh Asia-Pasifik, Eropa, Amerika Latin, Tengah Timur / Afrika dan Amerika Utara. Sampel termasuk pengguna internet yang setuju untuk berpartisipasi dalam survei ini dan memiliki kuota berdasarkan usia dan jenis kelamin untuk setiap negara. Ini menjadi pertimbangan untuk menjadi perwakilan konsumen internet berdasarkan masing-masing negara. Karena sampel didasarkan pada mereka yang setuju untuk berpartisipasi, tidak menutup kemungkinan akan ada perkiraan kesalahan pada sampling teoritis yang dapat dihitung.

Namun, sampel probabilitas ukuran setara memiliki margin kesalahan ± 0,6% di tingkat global. Survei ini hanya berdasarkan pada perilaku responden dengan akses online. Tingkat penetrasi internet bervariasi menurut negara. The Conference Board menggunakan standar pelaporan minimum 60% penetrasi internet atau populasi online 10 juta untuk disertakan dalam survei. The Nielsen China Consumer Confidence Index adalah bersumber dari survei terpisah yang dilakukan oleh Nielsen China, yang didasarkan pada survei metodologi campuran lebih dari 3.000 responden di China. Survei Kepercayaan Konsumen Global dibuat pada tahun 2005.

TENTANG NIELSEN

Nielsen Holdings plc (NYSE: NLSN) adalah perusahaan riset pengukuran dan analisis data global yang memberikan gambaran paling lengkap dan terpercaya yang tersedia bagi konsumen dan pasar di seluruh dunia. Pendekatan kami menyatukan data milik Nielsen dengan sumber data lain untuk membantu klien di seluruh dunia memahami apa yang terjadi sekarang, apa yang terjadi selanjutnya, dan cara terbaik untuk merespon berdasarkan pengetahuan ini. Selama lebih dari 90 tahun, Nielsen telah menyediakan data dan analisis berdasarkan pengetahuan ilmiah yang terpercaya dan inovasi, serta secara berkelanjutan terus mengembangkan cara baru untuk menjawab pertanyaan paling penting yang dihadapi industry barang konsumsi, media, periklanan, ritel, dan industri barang cepat habis.

Nielsen, sebuah perusahaan S&P 500, beroperasi di lebih dari 100 negara meliputi lebih dari 90 persen populasi dunia. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.nielsen.com