Press Room

Penjualan Online Produk Premium di Seluruh Dunia Melonjak

{“order”:3,”name”:”pubdate”,”attributes”:{“hidePublishDate”:”true”,”jcr:mixinTypes”:”[cq:LiveRelationship]”,”sling:resourceType”:”nielsenglobal/components/content/publishdate”},”children”:null}

Media contact: Mila Lubis, Tel: +62 855 108 2304, Email: [email protected]

Konsumen Indonesia Bersedia Membayar Lebih untuk Produk Personal Elektronik Premium

Jakarta, April 16, 2019Online menjadi tujuan belanja yang populer bagi konsumen di seluruh dunia yang ingin membeli produk premium. Jenis produk eksklusif dan penawaran menarik mampu menghasilkan penjualan dari para pelaku e-commerce dalam dan luar negeri, demikian menurut sebuah laporan yang baru-baru ini dirilis oleh perusahaan riset global, Nielsen.

Studi Changing Consumer Prosperity Nielsen, yang mengungkapkan perilaku pembelian dan belanja konsumen pada kategori produk premium, menemukan bahwa semakin banyak konsumen di seluruh dunia yang berbelanja  secara online ke e-commerce lokal untuk produk-produk premium (45% di 2018, naik 6 poin vs 2016), dan hampir seperempat konsumen membeli produk-produk premium dari e-commerce luar negeri (24%, naik 5 poin vs 2016). Toko-toko fisik terus menghasilkan penjualan dari tiga dari lima konsumen (60%) di dalam negeri. Sementara itu, 15% konsumen mengatakan mereka bepergian ke luar negeri untuk membeli produk premium, dengan alasan paling umum adalah karena pengalaman pribadi dan perhatian yang didapatkan selama di dalam toko.

Konsumen di India, Turki dan Indonesia (masing-masing 72%, 66% dan 58%) adalah yang paling mungkin berbelanja online secara lokal untuk produk-produk premium, sementara konsumen di Hong Kong (38%), Kroasia (36%) dan Serbia (36%) adalah yang paling cenderung bepergian ke luar negeri untuk berbelanja barang-barang premium. Lihat Grafik 1, Grafik 2 dan Grafik 3.

Faktor-faktor utama yang dicari konsumen di seluruh dunia dari produk premium adalah Kualitas yang Unggul (56%), Kinerja (51%), Desain (43%), Pengalaman (42%) dan Merek (42%). Khususnya, sekitar dua dari lima konsumen (41%) bersedia membayar lebih untuk produk dari Bahan Organik dan Sepenuhnya Alami. Serupa dengan hal tersebut, konsumen bersedia membayar lebih untuk produk yang Berkelanjutan (38%) dan produk-produk memiliki Tanggung Jawab Sosial (30%).

Menurut laporan Nielsen, kategori produk teratas di mana konsumen paling bersedia untuk membeli barang-barang premium termasuk Elektronik Pribadi (42%), Pakaian (40%), Kosmetik (31%) dan protein seperti Susu dan Daging (masing-masing 30% dan 29%).

Konsumen menilai rekomendasi teman sebagai faktor yang paling berpengaruh dalam uji coba mereka terhadap produk-produk premium baru. Hampir setengah dari konsumen (46%) mengatakan Rekomendasi dan Dorongan teman dan keluarga mempengaruhi keputusan mereka untuk mencoba produk premium baru, diikuti oleh Riset tentang Produk (36%), Iklan Online (32%), Iklan Televisi (31%) dan Iklan Dalam Toko (25%).

Studi ini juga menunjukkan bahwa konsumen online Indonesia bersedia membayar lebih mahal untuk produk premium pada kategori Elektronik Pribadi (ct. komputer, ponsel, tablet, alat baca, dll.) sebanyak 63 persen, kategori produk Pakaian/Sepatu (41%), Mobil (37%), Perhiasan (34%), dan Kosmetik (32%). Lihat Grafik 4

Ditemukan pula bahwa setengah (50%) konsumen Indonesia masih mempertimbangkan Rekomendasi dari rekan atau keluarganya sebagai faktor yang paling berpengaruh dalam pembelanjaan produk-produk premium baru. Sementara masing-masing 45 persen konsumen lainnya mengaku bahwa Iklan Online dan Riset tentang Produk menjadi faktor lainnya yang mempengaruhi keputusan mereka untuk mencoba produk premium baru. Lihat Grafik 5

“Kebiasaan melakukan riset – yang kebanyakan dilakukan dengan cara browsing internet – sebelum membeli produk, lebih banyak dilakukan konsumen Indonesia jika dibandingkan dengan konsumen negara lain di Asia Pasifik. Demikian juga dengan pengaruh dari iklan online terhadap keputusan membeli. Ini menunjukkan bahwa pengaruh kanal online terhadap perilaku belanja konsumen di Indonesia semakin meningkat.” kata Rusdy Sumantri, Direktur Consumer Insight Nielsen Indonesia. “Produsen produk premium harus jeli untuk memanfaatkan kanal online untuk menarik konsumen mereka.”

Grafik 1. Online Premium Product Purchasing, Local Online Retailers (Top 10 Markets)

Source: Nielsen Global Premiumization Study 2018

Grafik 2. Online Premium Product Purchasing, Overseas Online Retailers (Top 10 Markets)

Source: Nielsen Global Premiumization Study 2018

Grafik 3. Consumers Travelling Overseas to Shop In-Store For Premium Products (Top 10 Markets)

Source: Nielsen Global Premiumization Study 2018

Grafik 4.  Premium Consumer Spending – Top Five Categories

Grafik 5.  Premium Product Info


Read in 
English

 

*****

Pesan untuk Jurnalis dan Editor:

●    Nielsen sangat menyarankan jurnalis dan editor untuk mencantumkan secara singkat metodologi riset Nielsen dalam berita, bilamana merujuk data Nielsen sebagai sumber informasi.

●    Untuk menghindari ketidak­‐tepatan dalam menggunakan referensi data Nielsen, silahkan menghubungi  kontak  Nielsen  diatas  untuk  klarifikasi informasi.

●    Nielsen memiliki hak jawab untuk ketidak­‐tepatan penggunaan data Nielsen dalam pemberitaan.

TENTANG THE NIELSEN CHANGING CONSUMER PROSPERITY 

Laporan Nielsen Changing Consumer Prosperity menyajikan sentimen konsumen terhadap situasi keuangan mereka, perilaku pembelian mereka dan dampaknya terhadap pengeluaran lainnya. Ini mengungkapkan dinamika belanja konsumen oleh daerah yang mencakup 64 negara, termasuk kategori teratas yang dibelanjakan konsumen lebih banyak, bersama dengan kategori teratas di mana konsumen bersedia membayar lebih mahal. Wawasan akan membantu pengecer dan produsen dalam memahami sikap konsumen dalam pembelanjaan masa depan dan memposisikan produk berdasarkan peluang yang terletak pada segmen premium dan nilai dalam FMCG.

TENTANG NIELSEN SURVEY

Global Survey adalah survei Internet yang membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk menyelesaikannya. Sampel tersebut bersumber dari penyedia sampel eksternal. Sampel termasuk pengguna Internet yang setuju untuk berpartisipasi dalam survei ini dan memiliki kuota berdasarkan usia dan jenis kelamin untuk setiap negara. Ditimbang untuk mewakili konsumen Internet menurut masing-masing negara. Kuota ini ditinjau di tingkat negara oleh Data Science. Survei Nielsen ini didasarkan pada perilaku responden dengan akses online saja. Tingkat penetrasi internet berbeda-beda di setiap negara. Nielsen menggunakan standar pelaporan minimum penetrasi Internet 60% atau 10 juta populasi online untuk inklusi survei.

TENTANG NIELSEN

Nielsen Holdings plc (NYSE: NLSN) adalah perusahaan riset pengukuran dan analisis data global yang memberikan gambaran paling lengkap dan terpercaya yang tersedia bagi konsumen dan pasar di seluruh dunia. Pendekatan kami menyatukan data milik Nielsen dengan sumber data lain untuk membantu klien di seluruh dunia memahami apa yang terjadi sekarang, apa yang terjadi selanjutnya, dan cara terbaik untuk merespon berdasarkan pengetahuan ini.

Selama lebih dari 90 tahun, Nielsen telah menyediakan data dan analisis berdasarkan pengetahuan ilmiah yang terpercaya dan inovasi, serta secara berkelanjutan terus mengembangkan cara baru untuk menjawab pertanyaan paling penting yang dihadapi industri barang konsumsi, media, periklanan, ritel, dan industri barang cepat habis.

Nielsen, sebuah perusahaan S&P 500, beroperasi di lebih dari 100 negara meliputi lebih dari 90 persen populasi dunia. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.nielsen.com