Press Room

KONSUMEN KELAS MENENGAH AKAN MENDORONG PERMINTAAN OTOMOTIF DALAM DUA TAHUN KE DEPAN

{“order”:0,”name”:”subheader”,”attributes”:{“backgroundcolor”:”000000″,”imageAligment”:”left”,”linkTarget”:”_self”,”pagePath”:”/content/corporate/apac/en/press-room”,”title”:”PRESS ROOM”,”titlecolor”:”A8AABA”,”sling:resourceType”:”nielsenglobal/components/content/subpageheader”},”children”:null}
{“order”:6,”name”:”pubdate”,”attributes”:{“sling:resourceType”:”nielsenglobal/components/content/publishdate”},”children”:null}
  • Pemilik mobil di Indonesia menunjukkan tingkat keinginan yang kuat untuk mengganti kendaraan mereka – tertinggi secara global
  • Tingkat keinginan konsumen Asia Tenggara untuk membeli mobil termasuk yang tertinggi secara global

JAKARTA, 16 APRIL 2014 – Meskipun tingkat kepemilikan mobil di Indonesia termasuk yang terendah di dunia, konsumen online Indonesia menunjukkan keinginan yang sangat kuat untuk membeli mobil baru dalam dua tahun ke depan, demikian menurut laporan yang baru-baru ini dirilis oleh Nielsen, perusahaan informasi dan riset global.

The Nielsen Global Survey of Automotive Demand menemukan bahwa tingkat kepemilikan mobil relatif rendah di Asia Tenggara; 47 persen dari rumah tangga di Filipina tidak memiliki mobil (terendah kelima secara global) dan 46 dari rumah tangga di Indonesia tidak memiliki mobil (terendah keenam secara global). Malaysia merupakan satu-satunya negara di Asia Tenggara yang berbeda, tercatat sebagai urutan ketiga tertinggi untuk kepemilikan mobil secara global (93%) dan berada di urutan tertinggi secara global untuk kepemilikan mobil lebih dari satu (54% rumah tangga memiliki lebih dari satu mobil).

Diluar dari rendahnya tingkat kepemilikan mobil secara keseluruhan, Indonesia mencatat tingkat tertinggi untuk keinginan membeli mobil, dimana bersama dengan Filipina dan Thailand berada di top 10 secara global untuk keinginan memiliki mobil dalam dua tahun mendatang. Sekitar 4 dari 5 konsumen di Indonesia (81%) dan Thailand (79%), berniat untuk memiliki mobil dalam dua tahun mendatang, demikian juga dengan tigaperempat konsumen Filipina (76%), dibandingkan dengan rata-rata global yang hanya 65 persen.

 “Permintaan otomotif di Indonesia telah meningkat dalam dua tahun terakhir, hingga tahun lalu penjualan mobil mencapai rekor hingga 1,2 juta unit,” ujar Anil Antony, Executive Director Consumer Insights, Nielsen Indonesia. “Kita telah melihat pola yang serupa di wilayah Asia Tenggara, sebagian besar disebabkan oleh meningkatnya tingkat pendapatan karena semakin banyak rumah tangga yang masuk ke kelas menengah dan secara finansial sudah sanggup untuk melakukan pembelian mobil yang pertama.”

Diantara pemilik mobil di Asia Tenggara saat ini, keinginan untuk mengganti mobil juga tinggi, khususnya di Filipina (tertinggi secara global), dan Indonesia (tertinggi keempat secara global). Lebih dari 9 dari 10 pemilik mobil di Filipina (96%) berniat untuk mengganti mobil mereka bila secara finansial sudah mampu, begitu juga halnya dengan 95% pemilik mobil di Indonesia, 93% di Malaysia, 89% di Thailand, dan 87% di Singapura, dibandingkan dengan rata-rata global sebesar 89%.

Dalam hal cara pandang atas mobil mereka, banyak pemilik mobil di Indonesia yang meyakini bahwa fungsi utama mobil yang mereka kendarai adalah untuk mengantarkan mereka ke tempat yang dituju. Konsumen di Singapura merupakan yang paling pragmatis (88% melihat mobil sebagai alat untuk membawa mereka pergi ke tempat tujuan), diikuti oleh Filipina (87%), Indonesia dan Malaysia (85%) dan Thailand (82%).

Banyak  pemilik mobil di Asia Tenggara juga meyakini bahwa mobil merupakan simbol yang penting atas kesuksesan yang telah mereka capai dalam hidup. Konsumen online di tiga negara di Asia Tenggara tercatat masuk dalam top 10 secara global yang memandang mobil sebagai simbol status. Pemilik mobil di Thailand berada di urutan kedua tertinggi secara global sebagai yang berpandangan mobil sebagai simbol status (79%) diikuti 72% oleh pemilik mobil di Filipina (urutan kelima tertinggi), 67 persen Indonesia (tertinggi ke-10 global), 62 persen di Malaysia dan 54 persen di Singapura, di bandingkan dengan rata-rata global yang sebesar 52 persen.

Konsumen online Indonesia yang belum memiliki mobil meyakini bahwa memiliki mobil adalah hal yang sangat penting. Indonesia secara unik sangat berbeda dengan negara lain, dimana 93% konsumen online menyatakan bahwa tidak memiliki mobil adalah hal yang memalukan bagi mereka. Ini jauh diatas negara-negara lain yang hanya dibawah 50 persen. Hanya 33 persen konsumen online Malaysia yang menyatakan bahwa tidak memiliki mobil adalah hal yang memalukan bagi mereka, diikuti oleh Singapura (22%), Filipina dan Thailand (21%).

 “Konsumen di Indonesia, dan khususnya konsumen kelas menengah, sangat aspirasional. Seiring meningkatnya tingkat pendapatan mereka, konsumen ini tidak hanya berada dalam posisi yang lebih baik untuk membeli hal-hal yang mereka inginkan dan butuhkan. Mereka juga ingin membeli sesuatu untuk memperlihatkan peningkatan status sosial. Bagi banyak dari konsumen ini, kepemilikan mobil merupakan simbol yang ampuh untuk menunjukkan sejauh mana kesuksesan yang telah mereka capai.” Anil menyimpulkan.

Contact

Miladinne Lubis, +62 855 108 2304, [email protected]