Press Room

PERUBAHAN GAYA HIDUP MENINGKATKAN KEBUTUHAN AKAN KENYAMANAN BAGI KONSUMEN

{“order”:3,”name”:”pubdate”,”attributes”:{“hidePublishDate”:”true”,”jcr:mixinTypes”:”[cq:LiveRelationship]”,”sling:resourceType”:”nielsenglobal/components/content/publishdate”},”children”:null}

Media contact: Mila Lubis, Tel: +62 855 108 2304, Email: [email protected]

PERUBAHAN GAYA HIDUP MENINGKATKAN KEBUTUHAN AKAN KENYAMANAN BAGI KONSUMEN

Jakarta, 20 Agustus, 2018 Konsumen di seluruh dunia menunjukkan adanya permintaan yang terus meningkat untuk solusi nyaman yang dapat membantu menyederhanakan hidup mereka, dan hal ini sangat mempengaruhi kebiasaan konsumsi dan belanja mereka, demikian menurut laporan terbaru Nielsen.

Nielsen Quest for Convenience Report, yang menggali tentang perubahan kebutuhan konsumen global, menyoroti permintaan yang berkembang pesat akan kenyamanan di berbagai negara di seluruh dunia. Lebih dari seperempat konsumen global mengatakan mereka mencari produk yang membuat hidup mereka lebih mudah (27%) dan nyaman digunakan (26%).

Laporan ini juga lebih jauh mengungkapkan bahwa ada enam faktor yang mendorong meningkatnya kebutuhan konsumen akan kenyamanan, dan keenam faktor ini secara konsisten terlihat secara global, yaitu:

●     Urbanisasi

●     Jumlah anggota rumah tangga yang menyusut

●     Transportasi perkotaan yang padat

●     Peran gender yang berkembang

●     Kebutuhan sesuai dengan generasi

●     Meningkatnya serapan atau adaptasi terhadap teknologi

Faktor-faktor pendorong tersebut dan meningkatnya permintaan untuk produk dan solusi yang dapat membantu memudahkan gaya hidup tentunya berdampak pada industri, khususnya industri FMCG, termasuk di Indonesia.

Cemilan Bernutrisi Menjadi Alternatif Sarapan Konsumen Indonesia

Kepadatan tingkat transportasi perkotaan merupakan salah satu faktor yang mendorong 33 persen konsumen online Indonesia memilih menggunakan layanan pesan antar untuk makanan. Dengan pertumbuhan layanan pengantaran restoran atau makanan mencapai 6 persen, angka ini lebih tinggi jika dibandingkan rata-rata negara di Asia Pasifik yang hanya bertumbuh 3 persen.

Kepadatan transportasi yang cenderung terjadi di jam awal aktifitas yakni pagi hari membuat 87 persen dari konsumen online Indonesia memilih untuk menyempatkan sarapan di rumah. Bahkan 69 persen responden memilih untuk mengkonsumsi cemilan/snack sebagai alternatif sarapannya, dengan memilih makanan cemilan yang memuaskan rasa lapar (80%) atau yang mengandung nutrisi kebutuhan harian mereka (80%) di pagi hari.

Toko Ritel Format Kecil dan Nyaman Menjadi Pilihan Konsumen Indonesia

Pengalaman berbelanja bagi konsumen saat ini didorong oleh terjadinya evolusi lanskap ritel, e-dagang dan fasilitas omnichannel. 61% konsumen online Indonesia menyatakan mereka merasa bahwa berbelanja kebutuhan sehari-hari adalah pekerjaan rumah yang rutin, dan mereka berusaha menghabiskan waktu seminimal mungkin untuk melakukannya. 58 persen konsumen menyatakan akan memilih toko ritel dengan lokasi yang nyaman bagi mereka, dan  48 persen memilih toko dengan layout yang memudahkan konsumen untuk berbelanja.

Toko ritel yang memudahkan pergerakan saat masuk dan keluar toko (44%) dan toko dengan antrian pembayaran tercepat dan terpendek (44%) juga menjadi alasan lainnya konsumen memilih berbelanja di toko ritel tertentu.

Di sisi lain, format toko ritel kecil semakin luas menjejakkan kakinya. Di Indonesia, indeks jumlah toko minimarket mengalami peningkatan dengan nilai 115 pada 2017 dibandingkan dengan dua tahun sebelumnya. Format toko yang lebih kecil sering memiliki keunggulan kedekatan jarak, dan semakin baik ditempatkan untuk mengoptimalkan berbagai macam produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan pembeli lokal, membuat pendapatan minimarket juga bertumbuh sebesar 6,4%.

Konsumen Nyaman Berbelanja Produk Fesyen dan Travel Secara Online

Perangkat seluler dan platform digital juga membentuk pengalaman konsumen, dan mengubah keterlibatan dari merek dan produk ke konsumen. Tiga perempat (74%) konsumen online Indonesia  mengatakan bahwa mereka menikmati kebebasan terhubung kapan saja, di mana saja; dan 63 persen konsumen menyatakan bahwa memiliki perangkat seluler yang terhubung dengan internet membuat hidup mereka jadi lebih baik. Prevalensi konektivitas ini menyediakan banyak titik penghubung untuk perusahaan FMCG untuk berinteraksi dengan konsumen.

59 persen konsumen Indonesia mengatakan mereka menggunakan perangkat mobile untuk membandingkan harga pada saat akan berbelanja, 57 persen menggunakannya untuk melihat informasi terkait produk, sementara 49 persen menggunakannya untuk mencari kupon atau promosi saat berbelanja online. Konsumen Indonesia lebih sering melakukan pembelanjaan online untuk membeli produk-produk terkait Fesyen (63%) dan Kebutuhan Travel (63%).

Semua format offline perlu mempertimbangkan kembali relevansi dan peran mereka yang lebih luas, termasuk opsi penggunaan perangkat digital dalam toko dan memastikan bahwa layanan tambahan dengan perkembangan teknologi benar-benar memenuhi kebutuhan konsumen. Kenyamanan bagi konsumen adalah pengalaman keseluruhan yang meliputi pengalaman konsumsi, belanja dan keterikatan untuk menghasilkan kemudahan, kegunaan dan kesederhanaan.

“Kenyamanan bisa diartikan berbeda oleh konsumen yang berbeda, tergantung pada keadaan mereka, budaya, lokasi, kematangan pasar dan akses kepada teknologi. Intinya kenyamanan itu adalah kemampuan melepaskan diri dari beban pekerjaan rutin, sehingga kita bisa memiliki waktu lebih banyak untuk melakukan hal-hal yang penting bagi kita,” kata Budy Gounawan, Executive Director, Nielsen Indonesia. “Produsen dan peritel FMCG perlu menawarkan solusi bagi meningkatnya kebutuhan akan kenyamanan ini. Para pemain FMCG perlu beradaptasi dengan keadaan dan mencari peluang untuk memberikan kenyamanan melalui kemudahan, utilitas dan kesederhanaan; untuk dapat memberikan kenyamanan berbelanja yang membuat konsumen memiliki kebebasan dan lebih banyak pilihan untuk memenuhi kebutuhan mereka.”

***

Pesan untuk Jurnalis dan Editor:

Nielsen sangat menyarankan jurnalis dan editor untuk mencantumkan secara singkat metodologi riset Nielsen dalam berita, bilamana merujuk data Nielsen sebagai sumber informasi.

Untuk menghindari ketidak­‐tepatan dalam menggunakan referensi data Nielsen, silahkan menghubungi  kontak  Nielsen  diatas  untuk  klarifikasi informasi.

Nielsen memiliki hak jawab untuk ketidak­‐tepatan penggunaan data Nielsen dalam pemberitaan.

TENTANG NIELSEN QUEST FOR CONVENIENCE REPORT

Laporan Nielsen for Convenience membahas perubahan kebutuhan konsumen di seluruh dunia, khususnya berfokus pada faktor-faktor yang mendorong peningkatan kebutuhan konsumen akan kenyamanan, seperti kehidupan perkotaan dengan kepadatan tinggi, peningkatan waktu pulang pergi jam kerja dan perubahan peran dalam masyarakat kita. Di seluruh dunia, konsumen membutuhkan dan mencari berbagai jenis kemudahan – apakah kesederhanaan, penghematan waktu atau kesesuaian. Laporan ini menggabungkan perspektif global, penyelaman regional yang mendalam, dan sejumlah sorotan pasar untuk membandingkan dan membedakan perbedaan yang menarik dan penting dalam tren kenyamanan di seluruh dunia.

Tentang Nielsen

Nielsen Holdings plc (NYSE: NLSN) adalah perusahaan riset pengukuran dan analisis data global yang memberikan gambaran paling lengkap dan terpercaya yang tersedia bagi konsumen dan pasar di seluruh dunia. Pendekatan kami menyatukan data milik Nielsen dengan sumber data lain untuk membantu klien di seluruh dunia memahami apa yang terjadi sekarang, apa yang terjadi selanjutnya, dan cara terbaik untuk merespon berdasarkan pengetahuan ini. Selama lebih dari 90 tahun, Nielsen telah menyediakan data dan analisis berdasarkan pengetahuan ilmiah yang terpercaya dan inovasi, serta secara berkelanjutan terus mengembangkan cara baru untuk menjawab pertanyaan paling penting yang dihadapi industry barang konsumsi, media, periklanan, ritel, dan industri barang cepat habis.

Nielsen, sebuah perusahaan S&P 500, beroperasi di lebih dari 100 negara meliputi lebih dari 90 persen populasi dunia. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.nielsen.com

Read English Version

# # #