Lewati ke konten
Wawasan > Audiens

Menghadapi mitos dan marginalisasi

2 menit dibaca | Mungkin 2022

Penonton Asia-Amerika dan representasi di layar

Saat ini, dikotomi budaya berarti lebih dari sekadar perbedaan dalam tradisi atau resep. Bagi komunitas Asia-Amerika yang telah mengalami begitu banyak trauma dalam beberapa tahun terakhir, terlihat ketika mendengarkan media membantu menciptakan rasa koneksi dan pemberdayaan. Industri media juga telah berjanji untuk melakukan bagiannya untuk berinvestasi dalam konten yang melukiskan representasi yang lebih akurat dari beragam komunitas. Laporan Asian American Native Hawaiian and Pacific Islander (AANHPI) Diverse Intelligence Series tahun ini mengeksplorasi apakah kita telah membuat kemajuan dalam hal representasi Asia.

Kabar baiknya adalah ya—ada peningkatan signifikan dalam representasi Asia di layar pada tahun 2021. Di 1.500 acara teratas dalam siaran, kabel, dan streaming video on demand (SVOD) di AS, SVOD memimpin dengan pangsa layar Asia 11% dibandingkan dengan siaran (3,2%) dan kabel (2,7%). Kehadiran talenta Asia dalam acara berperingkat teratas seperti FBI, Equalizer dan Chicago Med, dan debut program yang dipimpin Asia seperti Fox's The Cleaning Lady menunjukkan industri ini menanggapi seruan yang berkembang untuk konten yang lebih inklusif asia.

Secara keseluruhan, perwakilan Asia di seluruh siaran, kabel, dan SVOD meningkat menjadi 4,6% pada tahun 2021 (naik dari 3,5% pada tahun 2020). Laporan tersebut mencatat peningkatan yang signifikan dalam representasi dalam 10 acara teratas yang paling banyak ditonton di siaran dan kabel. Pada tahun 2021, setengah dari 10 program teratas memiliki beberapa representasi bakat Asia, dibandingkan dengan tahun 2020 ketika tidak ada dari 10 acara teratas yang paling banyak ditonton. Wanita Asia hadir dalam tiga pertunjukan itu (NCIS, Equalizer dan Yellowstone) dan pria Asia hadir dalam dua (Chicago Med dan FBI).

Tapi hanya hadir di layar saja tidak cukup. Kisah-kisah yang diceritakan dan peran yang dimainkan oleh orang Asia juga penting untuk membentuk persepsi orang tentang komunitas Asia-Amerika. Pada tahun 2020, tema dominan dalam cerita ketika orang Asia hadir adalah otak, bijaksana dan baik, yang memperkuat mitos minoritas model. Pada tahun 2021, ada keragaman atribut tematik yang lebih besar seperti teman, kerja tim , dan kreativitas.

Terlepas dari kemajuan ini, konten media masih gagal dalam memenuhi tuntutan audiens Asia-Amerika yang menginginkan penggambaran yang lebih akurat. Hasil penelitian baru-baru ini menemukan bahwa 2/3 orang Asia-Amerika merasa tidak ada cukup representasi kelompok identitas mereka di TV, dan ketika mereka terlihat di layar, lebih dari setengah responden Asia-Amerika merasa penggambaran itu tidak akurat.

Industri media memiliki pengaruh yang luar biasa terhadap keyakinan dan bias orang. Sekarang adalah waktu yang penting bagi industri untuk menyoroti karakter, cerita, dan pengalaman Asia di layar melalui program yang inklusif secara budaya. Representasi yang akurat di layar dapat mengarah pada pemahaman, inklusi, keterlibatan, dan kedamaian yang lebih besar di luar layar.